Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Pelatih Barito Putera Hanya Pernah Mendengar Istilah Pengauran Skor

Kalau saya sih belum pernah mendapatkan langsung tawaran dari orang untuk ikut terlibat pengaturan skor

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Husein Sanusi
zoom-in Pelatih Barito Putera Hanya Pernah Mendengar Istilah Pengauran Skor
Super Ball/Feri Setiawan
Pelatih tim sepakbola Barito Putera, Salahudin saat berkunjung ke Redaksi Super Ball di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (3/9/2014). (Super Ball/Feri Setiawan) 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Beberapa hari ini sepakbola di Tanah Air kembali diramaikan dengan isu pengaturan skor atau yang dikenal dengan istilah match fixing.

Beberapa pelatih yang berkompetisi di level Indonesia Super League (ISL) pun beramai-ramai mengaku, pernah ditawari untuk masuk dalam lingkaran pengaturan skor oleh bandar judi ini.

Dua di antaranya adalah Gunawan, eks pelatih Persipur Purwodadi dan Agus Yuwono yang pernah mengarsiteki Persidafon Dafonsoro Papua.

Namun, pelatih kepala Barito Putera musim 2015/2016, Salahudin mengaku, masih belum pernah menemui bahkan dapatkan mendapatkan tawaran semacam itu.

"Kalau saya sih belum pernah mendapatkan langsung tawaran dari orang untuk ikut terlibat pengaturan skor seperti itu," kata Salahudin kemarin, Jumat (19/6).

Meski tidak pernah menemui langsung, pelatih asal palembang, Sumsel ini sendiri sepertinya percaya, isu tersebut juga ada benarnya.

"Soalnya teman-teman saya sesama pelatih, ada beberapa orang yang menceritakannya. Katanya dia bisa memasuki lewat pelatih dan juga pemain. Kalau pemain dan pelatih tidak bisa, kabarnya orang yang menawarkan pengaturan skor itu bisa masuk lewat wasit. Tapi untuk pastinya saya kurang tahu juga, karena cuman mendengar kabar dari teman," kata pelatih pelontos ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Mantan pelatih Persepar Palangkaraya Kalteng ini sangat menyayangkan apabila pengaturan skor memang benar-benar terjadi, karena tidaklah sejalan dengan ruh dari sepakbola yang menjunjung tinggi fair play dan sportivitas.

"Kalau memang kalah kualitas, ya kalah dan sportif saja. Jangan main-main dengan sepak bola," katanya.

Masih terkait hal isu ini, Salahudin pun berharap bisa diungkap tuntas apabila memang bisa dibuktikan.

"Kalau ada ungkap saja. Dan jika memang ada, maka ini harus yang terakhir dan jangan sampai terulang. Karena ini demi perkembangan sepak bola kita juga," katanya.

Sumber: Metro Banjar
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas