Kontroversi Wasit Mark Clattenburg
Kontroversi itu berawal dari sepakan Danny Rose yang akan memberi umpan silang dari sisi kiri lapangan, dan Raheem Sterling berusaha menahan laju bola
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - Tottenham Hotspur berhasil mengalahkan Manchester City di Stadion Etihad untuk kali pertama sejak enam tahun lalu, Minggu (14/2/2016), dengan skor 2-1.
Hanya saja kemenangan itu diwarnai kontroversi keputusan wasit Mark Clattenburg.
Kontroversi itu berawal dari sepakan Danny Rose yang akan memberi umpan silang dari sisi kiri lapangan, dan Raheem Sterling berusaha menahan laju bola dengan badannya.
Untuk itu, Sterling melompat sambil membalikkan badannya, dan bola membentur tubuh gelandang berusia 20 tahun itu, lalu melenting ke sudut lapangan.
Di saat Sterling akan mengejar si kulit bundar, Clattenburg, meniup peluitnya. Dia kemudian memberi sinyal handball, lantas menunjuk titik penalti.
Meski pemain City protes, Clattenburg bergeming. Harry Kane sebagai eksekutor menjalankan tugas dengan baik, dan Tottenham unggul 1-0.
Keputusan inilah yang menjadi kontroversi. Manuel Pellegrini, Pelatih City, tentu yang paling keras mengritik keputusan Clattenburg itu.
"Pendapat saya tidak penting karena silakan orang melihat sendiri dan menilainya," kata Pellegrini, yang dilansir laman City.
Pelatih asal Cile itu juga menyesalkan penunjukkan Clattenburg pada laga itu, karena wasit itu pulalah yang memimpin pertemuan kedua tim di White Hart Lane pada September 2015. Saat itu City kalah 1-4
"Seharusnya jangan menunjuk wasit yang sama untuk dua pertemuan. Wasit ini pula yang mengesahkan dua gol offside saat itu," imbuhnya.
Kritik terhadap Clattenburg juga datang dari Graham Poll, mantan wasit yang kini menjadi kolumnis di Daily Mail. "Mark Clattenburg adalah wasit terbaik di Liga Inggris saat ini, tapi saya takut dia telah melanggar aturan emas saat memberikan gol kepada Tottenham," tulis Poll dalam kolomnya.
Baca Selengkspnya di HARIAN SUPER BALL, Selasa (16/2/2016)