Manchester City Vs AS Monac: Duel Dua Silva
Manchester City dan AS Monaco menaruh harapan besar pada kreator berkaki kidal dari semenanjung Iberia dengan nama belakang Silva
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - Manchester City dan AS Monaco akan berduel di Liga Champions, Rabu (22/2/2017) dini hari WIB.
Keduanya menaruh harapan besar pada kreator berkaki kidal dari semenanjung Iberia dengan nama belakang Silva.
Silva di Monaco adalah Bernardo. Usianya baru 22 tahun, te tapi penyerang sayap berusia 22 tahun asal Portugal ini mampu mencetak gol atau menciptakan peluang emas.
Makanya, dia menjadi figur sentral atas kesuksesan Monaco menguasai klasemen Liga Prancis musim ini.
Sembilan tahun lebih tua, tetapi tak kurang pengaruhnya adalah Silva di City, yakni gelandang elegan Spanyol David.
Kualitasnya menjadikan dia sebagai roda penggerak sehingga skuad Pep Guardiola lebih cepat berkembang.
"Menakjubkan," kata Guardiola ketika diminta menggambarkan kinerja Silva dalam kemenangan 2-0 atas Bournemouth di Liga Inggris pekan lalu.
Sepak bola Inggris sudah terbukti lebih resisten terhadap metode Guardiola.
Tetapi, Silva membantu Guardiola mengukuhkan prinsipnya bahwa jika lawan tak mampu menguasai bola, maka mereka tak akan menyakiti Anda.
"Silva mampu memonopoli bola," ucap Guardiola. "Kami melepaskan umpan, umpan, dan umpan. Ini adalah cara terbaik untuk menghindari lawan, ketika Anda menguasai bola."
Seperti pemain kunci City lainnya, Silva tidak mampu mengoptimalkan kualitasnya pada bulan-bulan terakhir kepemimpinan Manuel Pellegrini musim lalu, di mana Silva hanya mencetak dua gol. Gol terendah dalam kariernya.
Setelah tampil dalam seluruh empat laga Spanyol di Piala Eropa 2016, Silva kembali ke Manchester dan menghadapi persaingan memperebutkan posisi di lapangan tengah melawan Ilkay Guendogan, Leroy Sane, dan Nolito.
Joe Hart, Yaya Toure, dan Sergio Aguero sudah menjadi korban dari perubahan yang dilakukan Guardiola. Namun, Silva tetap menjadi bagian penting dari skuad Citizens. Bahkan, dia bisa beradaptasi saat bermain bukan pada posisi idealnya, bersama Kevin De Bruyne, di lini tengah City.
"Saya bermain lebih ke belakang dan terkadang membantu serangan," kata Silva. "Tetapi, Guardiola juga memberi saya kebebasan untuk menyerang dan lebih dekat ke gawang lawan serta menciptakan peluang. Saya menyukai peran ini," ucap Silva.
Meski posisinya lebih ke belakang, Silva tetap memberikan pengaruh besar dan sudah mencetak atau merancang enam gol dalam 12 penampilan terakhirnya.
Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Selasa (21/2/2017)