Real Madrid Kena PHP Nico Paz, Bernabeu Bukan Lagi Prioritas Sang Gelandang
Nico Paz dikabarkan tak akan kembali ke Real Madrid musim panas 2026 ini, ia lebih memprioritaskan bertahan di Como daripada balik ke Bernabeu.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Nico Paz dikabarkan tak balik ke Real Madrid pada musim panas 2026 ini dan lebih memilih bertahan di Como karena peluang bermain reguler di Santiago Bernabeu semakin kecil.
- Kedatangan Bernardo Silva memperketat persaingan lini tengah Madrid, yang sudah dihuni pemain seperti Jude Bellingham dan Arda Guler.
- Real Madrid masih memiliki klausul pembelian kembali Nico Paz hingga 2027, sehingga peluang membawanya pulang di masa depan tetap terbuka.
TRIBUNNEWS.COM - Harapan Real Madrid untuk memulangkan Nico Paz pada bursa transfer musim panas ini tampaknya terancam gagal. Gelandang muda asal Argentina tersebut dikabarkan telah mengubah pendiriannya dan kini tidak lagi memprioritaskan kepindahan kembali ke Santiago Bernabeu.
Nico Paz dikabarkan hampir tidak akan menjadi bagian dari skuad Real Madrid pada musim 2026/2027, dikutip dari laporan jurnalis Alberto Pereira yang dikutip The Madrid Zone di X.
Padahal sebelumnya, kepulangannya ke klub raksasa Spanyol itu disebut hanya tinggal menunggu waktu.
Perubahan situasi ini terjadi seiring meningkatnya persaingan di lini tengah Los Blancos.
Kedatangan Bernardo Silva membuat peluang bermain Nico Paz semakin terbatas jika kembali ke Madrid pada musim panas ini.
Sebelum transfer Bernardo Silva saja, Paz sudah harus bersaing dengan sejumlah pemain bintang seperti Jude Bellingham dan Arda Guler untuk mendapatkan tempat di tim utama.
Kehadiran gelandang Portugal tersebut membuat persaingan semakin ketat dan berpotensi menghambat perkembangan sang pemain.
Kondisi itu bertolak belakang dengan alasan utama Nico Paz meninggalkan Real Madrid beberapa tahun lalu.
Saat menerima pinangan Como, pemain berusia 21 tahun tersebut memilih hengkang demi mendapatkan menit bermain reguler yang sulit diperoleh di Santiago Bernabeu.
Keputusan itu terbukti tepat. Di bawah asuhan Cesc Fabregas, Paz berkembang pesat dan menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Como.
Sepanjang musim lalu, ia mencatatkan 12 gol dan enam assist dalam 35 pertandingan Serie A.
Selain itu, Paz juga menciptakan 13 peluang besar dan mencatat rata-rata 1,5 umpan kunci per laga, menunjukkan kontribusinya sebagai motor serangan tim.
Baca juga: Resmi: Cinta Lama Bersemi Kembali, Nostalgia Kedua Jose Mourinho dengan Real Madrid
Melihat perkembangan tersebut, bertahan di Como untuk satu musim lagi dinilai sebagai langkah paling ideal bagi sang gelandang.
Selain tetap memperoleh jam bermain yang konsisten, ia juga dapat melanjutkan proses perkembangannya tanpa tekanan besar yang akan dihadapi jika kembali terlalu cepat ke Real Madrid.
Dari sudut pandang Madrid, keputusan tersebut juga tidak sepenuhnya merugikan.