Israel Panik AS-Iran Mau Damai, Khawatir Teheran Makin Kuat usai Perang
Israel panik AS-Iran hampir damai. Tel Aviv khawatir Teheran makin kuat, Selat Hormuz dibuka, dan pengaruh Iran kembali menguasai Timur Tengah.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Israel khawatir kesepakatan damai AS-Iran akan memperkuat posisi Teheran di Timur Tengah.
- Pejabat Israel menilai isi kesepakatan belum menyentuh isu utama seperti program nuklir, rudal balistik, dan dukungan Iran terhadap kelompok proksi, sehingga dianggap berpotensi membahayakan keamanan Israel dalam jangka panjang.
- Perbedaan kepentingan mulai terlihat jelas. Washington fokus menjaga stabilitas ekonomi global, sementara Israel melihat Iran sebagai ancaman yang tidak boleh kembali menguat.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pejabat senior Israel mulai menunjukkan kekhawatiran serius terhadap rencana kesepakatan damai yang tengah disusun antara Amerika Serikat dan Iran.
Mereka menilai perjanjian tersebut justru berpotensi memperkuat posisi Teheran di kawasan Timur Tengah setelah konflik berkepanjangan yang selama ini melemahkan ekonomi dan pengaruh Iran.
Kekhawatiran itu muncul setelah berbagai laporan menyebut Washington dan Teheran semakin dekat mencapai nota kesepahaman baru untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur diplomasi antara kedua negara.
Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026).
Trump mengatakan perjanjian itu akan menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan kawasan dan membuka kembali Selat Hormuz yang selama konflik berlangsung menjadi pusat krisis jalur distribusi energi dunia.
Namun bagi Israel, perkembangan tersebut tidak sepenuhnya dianggap sebagai kabar baik.
Pemerintah Israel menilai perdamaian tanpa pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran, sistem rudal balistik, dan dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah justru dapat menciptakan ancaman baru dalam jangka panjang.
Israel Nilai Kesepakatan Bisa Membahayakan Keamanan
Para pejabat dan pakar keamanan Israel yang selama puluhan tahun menangani isu Iran menilai isi nota kesepahaman tersebut berpotensi membahayakan kepentingan keamanan Israel di masa mendatang.
Mereka khawatir kesepakatan itu akan memberikan ruang bagi Iran untuk kembali memperkuat pengaruh ekonomi, politik, dan militernya setelah perang mereda.
Menurut para pejabat Israel, dampak paling cepat dari perjanjian tersebut adalah dibukanya kembali Selat Hormuz yang akan membuat aktivitas perdagangan minyak dan gas Iran kembali normal.
Baca juga: Trump Sesumbar Damai Iran-AS Tuntas Minggu Ini, Teheran Justru Beri Sinyal Ragu
Kondisi itu dinilai dapat membantu pemulihan ekonomi Iran sekaligus memperkuat stabilitas pemerintahan Teheran yang selama konflik menghadapi tekanan besar dari dalam maupun luar negeri.
Israel juga menilai pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah berpotensi kembali meningkat, termasuk hubungan Teheran dengan kelompok-kelompok sekutunya di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.
Selain itu, para pejabat Israel khawatir kesepakatan damai tersebut justru menjadi pukulan bagi kelompok oposisi dan masyarakat Iran yang selama ini menentang pemerintahan Teheran.
“Yang akan terjadi adalah terbukanya Selat Hormuz, bangkitnya kembali rezim, dan tamparan keras bagi rakyat Iran,” ujar seorang pejabat Israel.
Kekhawatiran Israel semakin besar karena sejumlah isu yang selama ini menjadi fokus utama keamanan Tel Aviv disebut belum terselesaikan dalam rancangan kesepakatan tersebut.