Sergio van Dijk: Ada Tiga Opsi untuk Persib Bandung, Juara, Juara, Juara
Selama menjadi pelatih kepala Persib sejak 2013, Djadjang tidak pernah menurunkan dua pemain bertipe tembok dan finisher di line depan.
Editor:
Ravianto
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Untuk pertama kali pascacedera,Sergio van Dijk muncul di hadapan bobotoh pada saat launching Persib di Stadion Siliwangi, Minggu (2/4) malam.
Striker berkepala plontos itu masih melawan cedera yang dialami sejak perempat final Piala Presiden 2017 melawan Mitra Kukar di Solo, 25 Februari lalu.
Tampak sang pemain belum bisa kembali ke lapangan dalam waktu dekat.
Pada Senin (3/4) sore, Sergio absen di antara tim Persib yang berangkat latihan ke Lapangan Arcamanik.
Top skorer Persib di ISC 2016 itu berlatih keras karena enggan terlalu lama menepi dari lapangan dan rekan-rekan setim.
"Setiap hari, ada banyak latihan agar otot saya bisa kuat," katanya seusai acara launching.
Setelah pulih dari cedera, striker 34 tahun itu harus menghadapi tantang berat lainnya.
Ia mesti kembali bekerja keras untuk mendapatkan tempat di skuat asuhan Djadjang Nurdjaman.
Tak ada jaminan langsung mengisi line up utama sebab Pangeran Biru punya pemain anyar yang berstatus bintang, Carlton Cole.
Selama menjadi pelatih kepala Persib sejak 2013, Djadjang tidak pernah menurunkan dua pemain bertipe tembok dan finisher di line depan.
Djadjang cenderung memasang targetman yang diapit dua penyerang sayap.
Itu artinya, Sergio bersaing dengan Cole plus pemain U-23, Angga Febriyanto, untuk menjadi ujung tombak Persib.
Namun, tetap ada kemungkinan pelatih menduetkan Sergio-Cole jika sangat membutuhkan gol.
Kehadiran Cole, justru membuat eks striker Adelaide United merasa tertantang dan termotivasi untuk menjadi yang terbaik di lini depan Maung Bandung termasuk siap berduet dengan striker anyar Persib.
Selain itu, dia menyambut kehadiran Raphael Maitimo di skuat Persib, pemain yang juga punya darah Belanda dan satu di antara teman baiknya di luar lapangan.
Baca tanpa iklan