Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ditahan Kepolisian Perancis, Michel Platini Bantah Akan Dipenjara

Meskipun tak membantah telah memberikan dukungan kepada Qatar, Michel Platini menolak klaim bahwa dirinya bersalah atas dugaan kasus korupsi.

Ditahan Kepolisian Perancis, Michel Platini Bantah Akan Dipenjara
The Mirror
Michel Platini menyebut rekan dekatnya di organisasi sepak bola dunia, FIFA, binatang politik. Platini juga berkomentar untuk tidak mempercayai setiap perkataan Sepp Blatter, Juamt (31/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM - Eks Presiden UEFA, Michel Platini, terjerat kasus korupsi dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022yang jatuh ke tangan Qatar.

Michel Platini telah ditahan oleh Kepolisian Prancis untuk diinterogasi terkait pemberian mandat tuan rumah Piala Dunia 2022 kepada Qatar, Selasa (18/6/2019) waktu setempat.

Meskipun tak membantah telah memberikan dukungan kepada Qatar, Michel Platini menolak klaim bahwa dirinya bersalah atas dugaan kasus korupsi.

Bourdon menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah penangkapan, melainkan Platini ada dalam posisi sebagai saksi yang suaranya perlu didengar oleh para penyelidik.

Baca Juga: BREAKING NEWS - Mantan Presiden UEFA Ditangkap karena Pemberian Tuan Rumah Piala Dunia ke Qatar

Melalui pengacaranya, William Bourdon, Michel Platini melakukan pembelaan diri terkait kasus ini.

"Michel Platini mengekspresikan dirinya dengan tenang agar dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan penjelasan yang bermanfaat," kata Bourdon, dikutip BolaSport.com dari Four Four Two.

Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 dilakukan oleh Komite Eksekutif FIFA di Kota Zurich, Swiss, pada 2 Desember 2010.

Terdapat 22 orang anggota panelis perwakilan dari seluruh federasi kontinental yang memenangkan Qatar atas kandidat lain seperti: Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Saat ini, lebih dari separuh anggota panelis kini diduga menerima suap, termasuk Michel Platini selaku Presiden UEFA saat itu dan eks Presiden FIFA, Sepp Blatter.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Husein Sanusi
Sumber: BolaSport.com
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas