Pasca Bonek Ricuh di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Harap Tak Kehilangan Kandang
Bajul Ijo berharap sanksi yang didapat bukan laga usiran dari kandang mereka, Stadion Gelora Bung Tomo.
Penulis: Atreyu Haikal Rafsanjani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
“Kalau media officer kan tidak bisa evaluasi, kami tunggu manajer tim nanti seperti apa,” pungkas Nanang.
Fasilitas Stadion Gelora Bung Tomo yang Rusak
Dalam pemberitaan Tribun Jatim, kerusuhan oknum suporter yang masuk ke dalam stadion dengan melakukan aksi anarki yang merugikan pihak tuan rumah.
Oknum suporter tersebut membakar papan iklan yang ada di pinggir lapangan, merusak bench pemain pengganti, serta tampak salah satu gawang di dalam stadion yang terbakar, dan masih banyak lagi.
Pemain Persebaya Dievakuasi dengan Kendaraan Taktis (Rantis)
Kericuhan yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo membuat pihak keamanan bertindak cepat dengan mengevakuasi pemain Persebaya menggunakan kendaraan taktis (rantis), seperti yang dikatakan Media Officer Persebaya, Nanang Priyanto.
"Belum tahu kenapa dibawa lebih cepat," ucap Nanang, dikutip dari Tribun Jatim.
"Tapi semua tim sudah dibawa polisi, saya belum berkomunikasi."
"Dari informasi yang saya dapat, mereka dievakuasi menggunakan rantis," lanjut Nanang.
Alhasil, kejadian tersebut membuat skuat Bajul Ijo tidak dapat hadir pada sesi jumpa pers setelah pertandingan.
(Tribunnews.com/Haikal, Sina, Tribun Jatim/Ndari Wijayanto, Surya.co.id/Khairul Amin)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.