Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gegara Hal Ini Admin Instagram Arema FC Kena Semprot Netizen

admin Instagram @aremafcofficial sering menjadi tumpahan amarah dan nyinyiran Aremania, bahkan ada yang sampai yang menuliskan kata-kata hujatan.

Gegara Hal Ini Admin Instagram Arema FC Kena Semprot Netizen
Instagram/aremafcofficial
Akun Instagram Arema FC dihujat netizen gara-gara caption yang dinilai kurang bagus. 

TRIBUNNEWS.COM - Arema FC adalah salah satu klub di Indonesia yang memiliki follower lebih dari satu juta di media sosial Instagram.

Apa pun yang diunggah Instagram Arema FC, @aremafcofficial, selalu menarik perhatian pengamat bola, terutama suporter Arema FC, Aremania.

Nah, belakangan ini, admin Instagram @aremafcofficial sering menjadi tumpahan amarah dan nyinyiran Aremania, bahkan ada yang sampai yang menuliskan kata-kata hujatan.

Dari pengamatan SURYAMALANG.COM, Kamis (13/2/2020) malam, kebanyakan pengikut @aremafcofficial meluapkan nyinyiran karena sang admin dianggap tidak becus membuat caption dalam tiap unggahan.

Satu di antara postingan yang mendapat nyinyiran adalah seperti yang diposting pada Kamis (13/2/2020) malam.

Dalam postingan ini, admin memajang foto pemain muda yang merupakan hasil produk lokal Arema FC.

Baca: Skuat Persib Bandung Makin Gemuk: Ini Daftar Pemain yang Berpotensi Dipinjamkan

Baca: Geoffrey Castillion-Wander Luiz di Lini Depan, Ini Formasi Dahsyat Persib dengan 7 Pemain Asing

Baca: Cuma Butuh 26 Pemain, Robert Alberts Pangkas Skuat Persib: Siapa Ditendang?

Pemain Arema FC Vikrian Akbar
Pemain Arema FC Vikrian Akbar (Instagram/aremafcofficial)

"Ada yang menarik pada lineup pertandingan kali ini. Jebolan Akademi Arema, Vikrian Akbar dipercaya pelatih untuk tampil sejak menit pertama. Umak singo," begitu caption yang ditulis admin.

Bagi sebagian orang yang bukan dari Malang, tentu saja tak ada yang keliru dalam caption postingan di atas.

Namun, bagi orang Malang yang identik dengan bahasa walikan, maka postingan itu menimbulkan rasa jengkel karena dianggap keliru.

Kekeliruan ini adalah pada penggunaan diksi 'singo' setelah diksi 'umak' di akhir caption.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Surya Malang
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas