Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1 2019

Analisis Lini Serang Persib Bandung, Persebaya Surabaya,& Persija Jakarta di Liga 1 2020

Kegarangan lini serang menjadi salah satu faktor penting tim dalam usahanya meraih sebuah kemenangan dalam setiap pertandingan yang dijalani.

Analisis Lini Serang Persib Bandung, Persebaya Surabaya,& Persija Jakarta di Liga 1 2020
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi - Menganalisa Daya Ledak Serangan Persib Bandung, Persebaya Surabaya,& Persija Jakarta di Liga 1 2020 

Dengan satu syarat, Robert Rene Alberts selaku pelatih mampu menemukan formasi dan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan lini serang yang kini ia miliki.

Para pemain muda seperti Bekcham Putra dan Gian Zola juga bisa menjadi sosok yang bisa membantu lini serang Maung Bandung lebih eksplosif.

2. Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya menjadi tim kedua paling produktif dalam urusan membobol jala gawang lawan sepanjang musim lalu.

Torehan 57 gol menjadi bukti tajamnya lini serang tim Bajul Ijo dalam keikutsertaannya berlaga di kompetisi Liga 1 2019.

David Da Silva menjadi tokoh sentral dibalik tingginya produktifitas gol Persebaya Surabaya pada musim lalu.

Didatangkan pada paruh musim, David Da Silva berhasil menggantikan peran yang ditinggalkan oleh Amido Balde yang dilepas di pertengah musim karena performanya kurang memuaskan.

Dalam 17 penampilan yang ia lakoni, pemain berdarah Brasil tersebut berhasil menorehkan 14 gol dan 3 assist pada musim lalu.

Catatan statistik yang sangat gemilang bagi David Da Silva, dimana gelontoran gol demi golnya tersebut akhirnya membantu Persebaya Surabaya menempati posisi runner-up di Liga 1 2019.

David da Silva memang memiliki kemampuan secara menyeluruh, kecepatan, akurasi tendangan bahkan hingga sundulannya pun mematikan bagi setiap bek dan penjaga gawang lawan.

Berbagai atribut yang telah dimiliki David Da Silva diprediksi mampu membuat lini serang tim Bajul Ijo kembali memanas.

Apalagi tim Bajul Ijo menjadi salah satu kesebelasan yang cukup aktif pergerakannya di bursa transfer pemain sehingga beberapa wajah baru akan menghiasi skuat Persebaya Surabaya pada musim depan.

Baca: Ragam Reaksi Atas Selebrasi Kontroversial Pemain Asing Anyar Persebaya, Mahmoud Eid Minta Maaf

Baca: Seisi Bench Persija Kejar Mahmoud Eid Karena Aksi Selebrasi, Ini Reaksi Sergio Farias

Aji Santoso pun tak segan untuk melakukan perombakan skuat sekaligus mendatangkan amunisi baru yang telah terbukti kualitasnya.

Sektor lini depan pun menjadi salah satu titik fokus Aji Santoso dalam memperkuat skuatnya di bursa transfer kali ini.

Kedatangan Mahmoud Eid dan Patrich Wanggai menjadi salah bukti Aji Santoso dalam menambah kualitas serangan Bajul Ijo pada musim depan.

Mahmoud Eid sendiri merupakan pemain kelahiran Swedia 26 tahun yang lalu.

Namun saat ini dirinya tercatat sebagai pemain berkebangsaan Palestina.

Mahmoud Eid lebih banyak menghabiskan waktunya berkarir di Swedia.

Sepanjang karirnya, Mahmoud Eid hanya sekali bermain di luar Swedia tepatnya Mjondalen (Norwegia) pada tahun 2018 lalu.

Selain itu, Mahmoud Eid juga pernah membela Timnas Palestina sebanyak 17 penampilan.

Pemain yang berposisi sebagai striker tersebut telah menorehkan total 164 penampilan sepanjang karirnya.

Torehan 46 gol dan 25 assist menjadi bukti performa gemilang yang mampu ditorehkan oleh sang pemain.

Dengan posisinya sebagai penyerang, maka Mahmoud Eid diprediksi akan menjadi duet mematikan baik bagi David Da Silva maupun Patrich Wanggai.

Baca: BOPI Berharap Liga 1 Dikelola Profesional Utamakan Aspek Bisnis yang Menguntungkan

Direkrutnya nama-nama seperti Mahmoud Eid, Bayu Nugroho, Makan Konate, dan Hambali Tholib juga menjadi bukti keseriusan Aji Santoso menciptakan kekuatan di lini kedua guna meningkatkan produktifitas gol Persebaya Surabaya.

Misalnya, kedatangan Makan Konate tentu membuat para Bonek menaruh ekspetasi tinggi terhadap sang pemain guna menambah kualitas lini tengah Persebaya musim depan.

Makan Konate diharapkan mampu menambah kualitas penyerangan sekaligus menjadi pioner permain lini serang tim Bajul Ijo.

Ekspetasi tersebut tidak terlepas dari peran sentral yang dijalankan oleh Makan Konate bersama klub sebelumnya, Arema FC.

Makan Konate sendiri mampu menjadi pemain paling produktif di Arema FC dengan sumbangsih 16 gol dan 10 assists di sepanjang musim 2019.

Jumlah gol tersebut menjadi yang paling banyak di antara pemain-pemain Arema lainnya.

Penampilan apiknya pula yang membuat dirinya masuk nominasi pemain terbaik Liga 1 2019.

Kedatangan Makan Konate secara tidak langsung membuat Persebaya Surabaya berharap banyak terhadap performa pemain berdarah Mali tersebut.

Hadirnya Makan Konate akan menjadi berkah tersendiri bagi para penyerang Bajul Ijo mulai dari David Da Silva, Mahmoud Eid, dan Patrich Wanggai.

Selain itu, ada beberapa gelandang lain tim Bajul Ijo yang tidak kalah kualitasnya dengan Makan Konate dalam urusan menyerang.

Diantaranya yakni Hamba Tholib yang baru saja didatangkan dari Persela Lamongan.

Kelincahan dan eksploisifitas pemain berusia 19 tahun tersebut juga cukup mengagumkan di lini tengah.

Posisi gelandang sayap diprediksi akan menjadi rebutan bagi Muhammad Supriadi, Irfan Jaya, Bayu Nugroho dan Oktafianus Fernando.

Sektor tersebut juga menjadi pendukung daya ledak serangan Persebaya Surabaya dari lini kedua.

Baca: Gol Osvaldo, Simic & Hersus Bawa Persija Jakarta Hancurkan Geylang International 3-1

Baca: Bek Muda Persebaya yang Bikin Marko Simic Mati Kutu Jadi Perhatian, Ini Kiprah Rizky Ridho

3. Persija Jakarta

Tim ketiga yang diprediksi memiliki daya ledak serangan yang cukup komplit adalah kesebelasan Persija Jakarta.

Memiliki penyerang haus gol seperti Marko Simic menjadikan tim Macan Kemayoran terlihat cukup menakutkan dalam urusan menyerang.

Sejak bergabung dari Melaka United awal musim 2018, Simic menjadi predator mengerikan di lini depan Persija.

Pada musim perdananya bersama Persija di Liga 1 2018, selain mampu membantu Persija keluar sebagai juara, Simic juga memberikan kesan positif bagi publik Jakartan dengan mampu mencetak 18 gol dari 30 laga Liga 1 yang dia jalani.

Performa apiknya semakin menanjak memasuki musim keduanya bersama Tim Ibukota ini.

Di Liga 1 2019 lalu dirinya tampil trengginas dengan mengakhiri musim dengan torehan 28 gol

Bahkan di Liga 1 2019 lalu dirinya sanggup menorehkan tiga hattrick atau hattrick untuk hattrick.

Kehadiran Marko Simic juga akan didukung lini kedua Persija Jakarta yang cukup mumpuni.

Pertama, hadirnya Evan Dimas akan semakin menambah kekuatan lini kedua tim Macan Kemayoran dalam melayani Marko Simic sebagai juru gedor.

Selain andal dalam mengatur keseimbangan, Evan Dimas mampu menempati posisi gelandang serang.

Baca: 5 Fakta Dewi Zahrani Istri Evan Dimas, Hijaber Cantik Tekuni Bisnis MUA, Intip Deretan Pesonannya

Visi bermain luar biasa yang dimiliki oleh Evan Dimas diyakini akan semakin terasah di klub Macan Kemayoran.

Apalagi, Persija memiliki Riko Simanjuntak, Herry Susanto dan Novri Setiawan yang memiliki kecepatan di sektor sayap.

Hal itu akan menjadi membuat Evan Dimas semakin leluasa dalam menjalankan perannya sebagai dirijen lini tengah tim.

Seperti yang telah diketahui, kecepatan sayap selama ini menjadi kekuatan utama Persija dalam membangun serangan.

Selain andal dalam mengatur ritme permainan, Evan Dimas juga memiliki akurasi umpan yang baik dan tepat.

Kualitas finishing, sundulan, tendangan bebas, dan tubuh yang kekar yang dimiliki oleh Marko Simic tentu akan membuat dirinya semakin terlayani dengan kehadiran Evan Dimas.

Belum lagi, kedatangan Osvaldo Haay semakin membuat sisi sayap tim Macan Kemayoran terlihat semakin menakutkan.

Berbagai hal tersebut membuat tim Macan Kemayoran menjadi salah satu kekuatan yang tidak bisa diremehkan utamanya di sektor lini serangnya.

(Tribunnews/Dwi Setiawan)

Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas