Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Glenn Fredly Pernah Memproduseri sebuah Film Bertema Sepakbola Berjudul Cahaya dari Timur

Kabar duka datang pada Rabu (8/4/2020) malam WIB saat musisi sekaligus penyanyi asal Maluku, Glenn Fredly meninggal dunia dalam usia 44 tahun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Glenn Fredly Pernah Memproduseri sebuah Film Bertema Sepakbola Berjudul Cahaya dari Timur
SURYA/Sugix Harto
Glenn Fredly 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar duka datang pada Rabu (8/4/2020) malam WIB saat musisi sekaligus penyanyi asal Maluku, Glenn Fredly meninggal dunia dalam usia 44 tahun.

Penyanyi asal Maluku, Glenn Fredly pernah memproduseri sebuah film bertema sepakbola berjudul Cahaya dari Timur: Beta Maluku pada 2014.

"Telah berpulang saudara kami, Glenn Fredly, malam ini. Mohon dimaafkan semua salahnya. Dia yang selalu hadir menggerakkan kita semua," tulis Tompi melalui pesan WhatsApp yang dilansir BolaSport.com dari Kompas.

Dari sederet karya-karya lagunya, Glenn juga pernah terlibat dalam film yang bertema sepak bola berjudul Cahaya dari Timur: Beta Maluku pada 2014.

Glenn saat itu berperan sebagai produser film.

Film ini sangat personal buat Glenn karena berlatar cerita tentang kerusuhan Ambon pada 1999.

Sutradara dari film ini adalah Angga Dwimas Sasongko.

Rekomendasi Untuk Anda

Film ini bercerita tentang Sani Tawainella, seorang mantan pesepakbola yang gagal dan berprofesi sebagai tukang ojek.

Ia ingin menyelamatkan anak-anak Tulehu, kampungnya melalui sepak bola.

Di tengah konflik kerusuhan Ambon yang berlatar agama, Sani mencoba membaurkan anak-anak dari agama-agama berbeda sehingga memenangi kejuaraan nasional U-15 di Jakarta.

"Dia (Sani) sempat menjadi tukang ojek, dan dalam keterbatasan itu dia mampu membangun sepak bola di desanya," kata Glenn.

"Kerja kerasnya itu menjadikannya sebagai pelatih bagi tim sepak bola Maluku U-15 dan mereka menang saat itu di Jakarta," tambahnya.

Film ini membawa pesan perdamaian yang kuat bahwa perbedaan tak menghalangi terciptanya kesatuan.

Keuntungan dari film ini juga didonasikan untuk membangun sepak bola di Maluku.

"Pesan positif dari film ini kiranya dapat diterima seluruh masyarakat Indonesia, bukan soal konflik sosial tetapi perjuangan dan semangat untuk memajukan daerah ini," kata Walikota Ambon saat itu, Richard Louhenapessy.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas