Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Liga Prancis

Olympique Marseille Terapkan Pemotongan Gaji Tapi Tiga Pemain ini Menolaknya

Payet, gelandang serang yang pernah dikabarkan dipepet Real Madrid ini masih terikat kontrak sampai Juni 2022 di Marseille

Olympique Marseille Terapkan Pemotongan Gaji Tapi Tiga Pemain ini Menolaknya
zimbio.com
Steve Mandanda 

TRIBUNNEWS.COM, MARSEILLE - Kisruh internal di tim Liga Prancis, Olympique Marseille, dilaporkan terjadi saat beberapa pemain menolak kebijakan pemotongan gaji dari petinggi klub.

Kebijakan pangkas gaji dilakukan klub-klub Eropa guna menyiasati tekanan finansial di tengah pandemi virus corona, tak terkecuali di tim elite Liga Prancis, Marseille.

Ekspresi kapten Olympique Marseille, Dimitri Payet saat timnya melawan FC Red Bull Salzburg dalam laga leg kedua semifinal Liga Europa di Stadion Wals-Siezenheim Red Bull Arena Salzburg, Salzburg, Austria, Jumat (4/5/2018) dini hari WIB.
Ekspresi kapten Olympique Marseille, Dimitri Payet saat timnya melawan FC Red Bull Salzburg dalam laga leg kedua semifinal Liga Europa di Stadion Wals-Siezenheim Red Bull Arena Salzburg, Salzburg, Austria, Jumat (4/5/2018) dini hari WIB. (Twitter @EuropaLeague)

Regulasi pemotongan upah yang diterapkan presiden klub, Jacques-Henri Eyraud, justru mendapat penolakan dari kelompok elite di skuat.

Elite yang dimaksud ialah para jagoan klub, yakni trio Dimitri Payet, Florian Thauvin, dan Steve Mandanda.

Florian Thauvin selebrasi
Florian Thauvin selebrasi (twitter)

Ketiganya termasuk grup pemain bergaji tertinggi di Marseille saat ini.

Media sosial langsung bereaksi dengan melontarkan kritik tajam buat Payet cs.

Mereka dinilai mengutamakan pundi-pundi pribadi ketimbang sumbangsih untuk kepentingan bersama.

Namun, Le10 Sport mengungkapkan alasan spesifik di balik kabar penolakan para pilar Marseille tersebut.

Mulanya, Eyraud hendak menerapkan pemotongan gaji 50 persen, tidak hanya selama masa pandemi, melainkan hingga kompetisi musim ini berakhir.

Kebijakan itu mungkin masih bisa diterima oleh semua anggota tim.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas