Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Timnas Indonesia

Pemain Timnas Indonesia Diminta Tak Terpengaruh Polemik Shin Tae-yong Dengan PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan kubu PSSI bermula ketika pelatih asal Korea Selatan itu melakukan wawancara dengan media Korea Selatan.

Pemain Timnas Indonesia Diminta Tak Terpengaruh Polemik Shin Tae-yong Dengan PSSI
Tribunnews/Abdul Majid
Asnawi Mangkualam saat melakukan pemanasan sebelum berlatih dengan para pemain Timnas Indonesia lainnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Kapten Timnas Indonesia, Charis Yulianto, menaruh wejangan untuk bakal calon pemain timnas agar mengindahkan persoalan Shin Tae-young dan PSSI.

Polemik Shin Tae-yong dan kubu PSSI bermula ketika pelatih asal Korea Selatan itu melakukan wawancara dengan media Korea Selatan.

Media tersebut mengutarakan kegundahan Shin Tae-yong selama beberapa bulan melatih timnas Indonesia.

Sontak hasil wawancara itu mengundang banyak reaksi dan spekulasi dari publik Indonesia.

Padahal, Indonesia sudah dinantikan pada sejumlah agenda penting timnas dalam kurun waktu terdekat.

Menanggapi hal tersebut, Mantan kapten timnas, Charis Yulianto berharap para pemain jangan menanggapi ketegangan antara kedua belah pihak tersebut.

Pemain tetap fokus pada tujuan awal dan jangan sampai terpecah hanya karena kepentingan di luar lapangan.

"Pemain fokus saja dengan kapasitasnya masing-masing, abaikan hal-hal di luar teknis," kata Charis Yulianto dikutip BolaSport dari Kompas.

Sebagai mantan pemain timnas, pria yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Arema FC itu menilai perbedaan pendapat antara pelatih dan federasi sudah hal yang lazim terjadi.

Dia mengingatkan kembali pemain tidak memiliki tanggung jawab untuk ikut memikirkan masalah tersebut.

Tugas utama pemain timnas ialah berjuang di atas lapangan untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

"Pemain tanggung jawabnya hanya berlatih, bermain, dan memberikan prestasi untuk timnas," tutup pria kelahiran Blitar, 11 Juli 1978 itu.

Charis berharap semoga permasalahan ini tidak mennggangu jalannya timnas dalam beberapa ajang yang akan dilalui nanti.

Selain itu, baik PSSI dan STY dapat menyelasaikan secepatnya perkara tersebut dengan kepala dingin.

Editor: Husein Sanusi
Sumber: BolaSport.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas