Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Dokter Tim Persib Bandung Keberatan Satu Poin Protokol Kesehatan dari PSSI

Dalam protokol kesehatan yang dibuat oleh PSSI, Rafi Ghani tidak setuju dengan penggunaan rapid test untuk mengetahui ada tidaknya virus corona.

Dokter Tim Persib Bandung Keberatan Satu Poin Protokol Kesehatan dari PSSI
/TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Ilustrasi - Dokter tim Persib Rafi Ghani (kiri) memantau perkembangan penjaga gawang I Made Wirawan saat mengikuti latihan di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (3/7). Made Wirawan mengalami cedera saat saat pertandingan lawan Persisam Samarinda beberapa waktu lalu. (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNNEWS.COM - Dokter Tim Persib Bandung, Rafi Ghani sudah melihat beberapa poin protokol kesehatan yang akan diterapkan pada Liga 1 2020.

Dalam protokol kesehatan yang dibuat oleh PSSI itu, Rafi tidak setuju dengan penggunaan rapid test untuk mengetahui ada tidaknya virus corona.

"Saya sudah melihat sepintas protokol kesehatan untuk dimulainya liga 1. Di sana ada salah satu poin yang saya tidak setuju karena pemeriksaan dengan rapid tes. Jadi artinya setiap orang yang boleh masuk lapangan sudah lolos pemeriksaan rapid tes yang non reaktif," ujar Rafi di Stadion Sidolig, Senin (29/6).

Baca: Tak Lama Lagi, Persib Bandung Kembali Latihan Bersama

Rafi beralasan karena bomber andalan Persib, Wander Luiz pernah positif covid-19 Maret lalu melalui pemeriksaan PCR.

Sehingga apabila melakukan rapid tes, pemeriksaan Wander Luiz menurut Rafi akan kembali positif.

"Saya berfikir pada atlet saya ini sudah terbentuk anti body, jadi kalau rapid tes yang kita ketahui hanya untuk mengetahui anti bodi didalam badan seseorang artinya sudah bisa dipastikan itu akan reaktif/positif pada saat pemeriksaan rapid tes," katanya.

Baca: Berita Persib Bandung: Robert Alberts Berencana Pinjamkan Mario Jardel

Poin ini lanjut Rafi akan sangat merugikan Persib maupun Wander Luiz. Sebab dia tak akan bisa bermain karena tidak memenuhi protokol kesehatan.

"Dan usulan saya untuk ini sudah saya kordinasikan dengan dokter PSSI yang membuat protokol kesehatan ini dan kemungkinan kita mau mengadakan pertemuan untuk membuat protokol kesehatan yang lebih baik," katanya.

"Jadi salah satu usulannya kemungkinan untuk memulai kompetisi kita melakukan pemeriksaan swab pcr dan setelah dilakukan itu untuk berikutnya kita ikuti protokol kesehatan yang baik," ucapnya.

Baca: Enggan Pikirkan Capaian Pribadi, Febri Hariyadi Akui Kemenangan Persib Bandung Jauh Lebih Penting

Di samping itu, Rafi lebih setuju apabila protokol kesehatan yang akan dibuat PSSI untuk Liga 1 harus menggunakan swab test atau PCR.

Selain lebih akurat, swab test menurut Rafi akan cepat terdeteksi apabila seseorang terpapat virus corona.

"Kalau untuk rapid tes, yang tadi kita hanya mengetahui anti body pada seseorang, artinya pembentukan anti body perlu waktu.
Artinya dari terpapar awal dia butuh 7-10 hari untuk pembentukan anti body atau si anti bodynya memang reaktif tapi padahal si atletnya atau si orang tersebut sudah sehat," ucapnya.

"Artinya si virusnya sudah tidak ada. Jadi usulan saya memang swab pcr memang yang lebih baik kesananya kita ikuti protokol kesehatan yang baik," ujarnya.

Artikel ini teah tayang di TribunJabar.com dengan judul Persib Bandung Keberatan dengan 1 Poin dari Protokol Kesehatan, Ini Alasanya

Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas