Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Piala Dunia U20

Polemik Timnas: Ketimbang Naturalisasi, PSSI Sebaiknya Adopsi Cara Malaysia Bentuk Skuat

asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto dikabarkan melakukan komunikasi dan memantau pemain-pemain luar

Polemik Timnas: Ketimbang Naturalisasi, PSSI Sebaiknya Adopsi Cara Malaysia Bentuk Skuat
PSSI
Timnas U-19 Indonesia saat menghadapi Timnas U-19 Timor Leste pada laga perdana Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (6/11/2019) malam WIB. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad menyarankan PSSI agar tidak mengandalkan pemain naturalisasi pada saat berlaga di Piala Dunia U-20 2021.

Para pemain muda di Indonesia dinilai mempunyai kualitas dan bisa terus berkembang menjadi lebih baik saat bermain.

Untuk itu, para pemain yang ada saat ini perlu mendapatkan bimbingan dari tim pelatih yang menanganinya.

Baca: Pemain Keturunan Indonesia Dikontrak Klub Swedia: Bisa Dipinjam Gratis Tim Liga 1

Sebelumnya, wacana memanggil beberapa pemain keturunan Indonesia yang sedang berkompetisi di luar negeri dan melakukan naturalisasi sempat mencuat.

Hal itu diperkuat setelah asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto dikabarkan melakukan komunikasi dan memantau pemain-pemain yang sedang bermain di luar negeri.

Nova Arianto dikabarkan sudah menggali informasi dengan beberapa pemain yakni Nyoman Paul Aro yang sedang bermain di Skovde AIK U-19, strata kedua kompetisi U-19 di Swedia dan Elkan Baggot yang bermain di kasta ketiga Liga Inggris, Ipswich Town.

Baca: Keunggulan Pemain Blasteran Finlandia yang Main di Swedia Bagi Timnas Indonesia

Paul Aro, pemain keturunan Indonesia yang sedang berkarier di Liga Swedia.
Paul Aro, pemain keturunan Indonesia yang sedang berkarier di Liga Swedia. (Instagram/@depaull_)

Menurut Richard, hal tersebut dinilai kurang tepat karena bakat pemain muda di Indonesia sangat melimpah.

"Polemik timnas, federasi canangkan naturalisasi lagi dan segala macam. Kalau dilihat ini coba cari proyek masing-masing buat hal-hal ga penting," kata Richard Achmad kepada TribunJakarta.

Pria yang pernah menjadi Ketua Umum The Jakmania itu menilai tindakan tersebut dinilai tidak efektif.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas