Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PSSI Bakal Naturalisasi Pemain Secara Besar-besaran Bikin Kaget Tommy Welly

Tommy Welly atau yang akrab dikenal dengan Bung Towel mengaku kaget mendengar adanya rencana naturalisasi besar-besaran yang dilakukan PSSI

PSSI Bakal Naturalisasi Pemain Secara Besar-besaran Bikin Kaget Tommy Welly
Super Ball/Feri Setiawan
Tommy Welly 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat sepakbola Indonesia, Tommy Welly atau yang akrab dikenal dengan Bung Towel mengaku kaget mendengar adanya rencana naturalisasi besar-besaran yang dilakukan PSSI untuk menunjang performa Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021.

Bung Towel menilai, apabila rencana tersebut benar terjadi maka itu akan mencederai dan menghianati pembinaan sepakbola usia muda.

Para pesepakbola muda Indonesia yang istilahnya sudah mati-matian untuk bisa membela Timnas Indonesia pun akan mendapat saingan dari pemain-pemain yang justru bukan berasal dari Indonesia.

“Menurut saya menghianati, mencederai pembinaan sepakbola usia muda karena berproses pembinaan usia muda pada saat di ujung Timnas kemudian malah dirampas, digugurkan oleh keputusan dengan yang namanya naturalisasi,” kata Bung Towel saat dihubungi Tribunnews, Jumat (21/8/2020).

Lebih lanjut, Bung Towel juga melihat dua sisi lain yang dikhawatirkan Timnas Indonesia dihuni liam pemain naturalisasi dari Brasil.

“Memangnya ada jaminan kalau pemain brasil itu bisa meloloskan kita dari grup. tidak ada yang tahu kan,” kata Bung Towel.

“Kedua, kebangaan apa yang bakal ktia capai kalau dari lebih dari separuhnya adalah pemain naturalisasi. Misalnya enam pemain Brasil, kan kebangaan apa yang kita rasakan,” lanjutnya.

Bung Towel juga menceritakan bagaimana Malaysia pada 1997 silam juga pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dan tak menggunakan pemain naturalisasi.

Hasilnya, sekarang kualitas sepakbola Malaysia justru ada di atas Indonesia.

“Coba kita lihat Malaysia juga jadi tuan rumah tahun 1997, mereka tidak melakukan hal seperti ini juga kan. Mereka juga gagal di penyisihan, tapi sepakbola mereka tidak mati kan setelah itu. Malah sekarang Malaysia ada di atas kita, bahkan ada timnya yang sekarang main di Liga Champions Asia, Johor Darul Ta’zim,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas