Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Shin Tae-yong Sepertinya Baru Jalankan 20-30 Persen dari Programnya kata Yeyen Tumena

Timnas Indonesia U-19 mendapatkan dua hasil negatif pada turnamen persahabatan yang berlangsung di Kroasia.

Shin Tae-yong Sepertinya Baru Jalankan 20-30 Persen dari Programnya kata Yeyen Tumena
Dokumentasi PSSI
Pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong memberikan arahan dalam sesi latihan di Kroasia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTATimnas Indonesia U-19 mendapatkan dua hasil negatif pada turnamen persahabatan yang berlangsung di Kroasia.

Skuat Garuda Muda takluk 3-0 dari Bulgaria dan 7-1 dari Kroasia. Di laga pamungkas, Timnas Indonesia U-19 bermain imbang 3-3 dengan Arab Saudi.

Ketua APSSI, Yeyen Tumena menilai bahwa hasil tersebut bukan lah sesuatu yang harus dipermasalahkan mengingat ini masih rangkaian persiapan Timnas Indonesia U-19.

Bahkan, eks pemain Timnas Indonesia itu mengatakan Shin Tae-yong belum sepenuhnya memberikan program latihan kepada David Maulana dkk.

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Yeyen Tumena dalam sesi konferensi pers jelang laga kontra Malaysia. Dok:PSSI
Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Yeyen Tumena dalam sesi konferensi pers jelang laga kontra Malaysia. Dok:PSSI (Dok PSSI)

“Saya yakin Shin Tae-yong juga baru menjalankan 20-30 persen programnya, masih jauh ini kan target dia piala Dunia (U-20), kita tunggu saja,” kata Yeyen, Selasa (15/9/2020).

“Kita sport dia. Jerman, Prancis ketika uji coba juga kalah tapi tidak ada ributnya karena yang kita lihat di akhir, kalau tidak sesuai kontrak kita baru evaluasi,” sambungnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai pelatih interim Timnas Indonesia itu juga turut menganalisis bahwa kekalahan telak pemain Timnas Indonesia U-19 selain belum padu, mereka juga butuh adaptasi dengan kondisi di Kroasia.

“Ya yang pasti adalah setiap tim yang datang dari satu daerah mereka harus adaptasi, penyesuaian cuaca,”

“Mereka pas tanding belum cukup adaptasi dengan cuaca di Eropa, lapangan dan tentunya mereka harus mengerti lawannya dan rekannya sendiri. Chemistry mereka juga belum terlihat, itu biasa karena pemain ini dari seluruh Indonesia, butuh waktu untuk penyesuaian ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Garuda Muda menjalani TC di Kroasia selama 40 hari dan langsung bertolak ke Uzbekistan untuk melakoni turnamen Piala Asia U-19.

Namun, Federasi sepakbola Asia, AFC menunda jadwal turnamen tersebut yang sebelumnya dijadwalkan pada 14-31 Oktober 2020. Perubahan itu pun membuat Timnas Indonesia U-19 turut mengganti program latihan.

Untuk mengganti jadwal, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan, Timnas U-19 pada Oktober giliran akan menjalani pemusatan latihan di Turki.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas