Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Vicente Mariano, Sosok Ketua Macan Amputasian Jakarta

Vecente (37) merupakan salah satu penyandang disabilitas sejak lahir. Namun, ia bukanlah sosok yang gampang menyerah menjalani hidup. 

Vicente Mariano, Sosok Ketua Macan Amputasian Jakarta
wartakotalive
Vicente Mariano, pemilik Macan Amputasian Jakarta atau Persaj 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COMRafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Namanya Vicente Mariano. Selain aktif sebagai ketua bidang komite humas dan media tim Garuda INAF, ia kini menjabat sebagai ketua Persaj, persatuan sepak bola amputasi Jakarta.

Vecente (37) merupakan salah satu penyandang disabilitas sejak lahir. Namun, ia bukanlah sosok yang gampang menyerah menjalani hidup. 

Meski sempat merasakan diskriminasi saat kecil, ia menolak untuk mendendam atau bersedih.

Ia punya filosofi dalam hidup khususnya untuk rekan-rekannya yang amputasi dimana ia menyebutkan amputasi adalah keindahan di dalam ketidaksempurnaan. 

Hobinya adalah bermain catur. Bahkan ia merupakan atlet catur NPC Depok. Selain catur, ia gemar menonton bola. 

Menyukai bola, adalah awal mulanya dirinya bergabung memberikan buah-buah pikiran untuk membentuk sepak bola amputasi Indonesia (Garuda INAF) pada 2 Maret tahun 2018.

Ia juga aktif sebagai koordinator fans Paris Saint Germain (PSG) Jakarta.

Masuk ke 2020, ia pun menjadi ketua Macan Amputasian Jakarta atau dikenal dengan nama Persaj.

Misinya bersama Persaj adalah membawa tim menjuarai turnamen sepak bola amputasi internasional nantinya.

Vicente yakin akan masa depan sepak bola amputasi akan berkembang pesat di Indonesia. Menurutnya, sepak bola amputasi kini juga tengah berkembang di dunia sehingga akan memberikan kekuatan bagi pemain dan pengurus untuk mengembangkan sepak bola amputasi.

Bahkan mimpinya adalah melihat pemain amputasi Indonesia juga akan bermain di Eropa, dan sistem sepak bola amputasi juga meniru sistem tranfer pemain sepak bola pada umumnya sehingga membuka peluang pemain Indonesia bermain di negara lain.

Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas