Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Haru Bek Kanan Persita Tangerang

Kisah perjuangan Muhammad Toha menjadi seorang pesepak bola tidaklah mudah, ak seberuntung orang lain di masa kecilnya

Kisah Haru Bek Kanan Persita Tangerang
wartakotalive
Muhammad Toha, bek kanan Persita Tangerang 

Toha masih mengingat betul masa-masa dirinya telah bersekolah di SMK, dan ujaran yang merendahkan, bahkan hinaan masih kerap ia terima.

"Pernah kejadian waktu kelas 1 SMK, sepulang latihan, saya melihat pakaian saya semuanya tergeletak di jalanan. Saya kira ada apa, ternyata itu ulah dari kakak. Saya memunguti baju-baju saya sembari menangis. Dalam hati saya tekadkan untuk menjadi sukses lewat sepak bola,"  terangnya.

Ada pula kisah pilu lainnya yang membuatnya ingin keluar dari rumah tersebut. 

Untuk menenangkan diri, Toha sering pergi ke musala. Di musala lah dirinya sering menangis dan berdoa.

"Hampir tiap hari saya menangis di Musala ya. Tertidur di Mushala saat siang-siang. Akhirnya, saya masuk Diklat Mandau tahun 2015-an, dan mendapat mes pemain. Saat itulah saya keluar dari rumah, dan tinggal di mes," tuturnya.

Lanjutnya, tinggal sendiri di mes membuatnya lebih merasakan arti kedamaian. Sepak bola pun menjadi satu-satunya kesenangannya.

Akhirnya dirinya pun menekuni sepak bola, hingga menembus tim Pro Duta senior tahun 2015.

Tahun 2015, Toha memutuskan untuk menikah di usia 19 tahun. Akhirnya, perhatian, dan kasih sayang pun ia dapatkan dari sang istri. Pengalamannya melewati masa-masa sulit saat sendiri membuat dirinya mampu menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab dan berani mengambil resiko.

Hanya saja, tahun itu sepak bola Indonesia punya masa seram setelah mendapat sanksi FIFA.

Akhirnya, Toha memutuskan untuk melamar kerja sebagai Satpol PP. Dirinya pun lolos dan menjadi anggota Satpoll PP era 2016, namun, tahun 2017, ia memutuskan untuk ikut seleksi tim Persita Tangerang tahun 2017 dan lolos.

Impiannya menjadi pesepak bola pun terwujud. Namun, bapak dari dua anak ini enggan berpuas diri. Masih banyak prestasi lainnya di sepak bola yang hendak ia capai.

Lantas, jika pulang kampung, sambutan lain pun telah ia terima. Ia dilabeli orang sukses oleh para tetangga.

Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas