PROFIL Manuel Locatelli - Penyesalan AC Milan & Kisah Permata yang Terbuang
Manuel Locatelli menjadi satu di antara wujud penyesalan dan sikap terburu-buru AC Milan dalam memberikan kesempatan bermain bagi pemain muda.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Dwi Setiawan
Locatelli memiliki posisi bermain sebagai gelandang bertahan,
Meskipun demikian, jika dibutuhkan pemain 22 tahun itu juga bisa mengemban tugas sebagai gelandang tengah.
Keputusannya untuk hengkang dari AC Milan dan hijrah ke Sassuolo tergolong tepat.
Bersama klub asal Emilia Romagna itu, Locatelli menjelma menjadi gelandang pengatur permainan yang menjanjikan.
Tak hanya jago bertahan, ia juga memiliki kemampuan dan kualitas dalam mengkreasikan serangan.
Secara garis besar permainan, eks pemain Rossoneri itu dapat disebut sebagai regista.
Manuel Locatelli menorehkan 34 pertandingan bersama Sassuolo di Liga Italia musim 2019/2020.
Tercatat, dalam 34 laga, ia mampu mengemas sembilan assist dan empat lesakan. Torehannya terbilang fantastis mengingat posisi Locatelli bukanlah sosok gelandang serang.
Tak hanya sampai di situ, penampilan apik pemain buangan Rossoneri berlanjut di musim ini.
Dari 22 pertandingan yang telah ia mainkan, Locatelli membukukan dua gol dan dua assist.
Kesalahan yang dilakukan AC Milan nampaknya berbuah manis bagi Sassuolo.
Sikap ketidaksabaran AC Milan justru menjadi berkah tersendiri bagi Neroverdi. Sebaliknya, Rossoneri tengah meratapi penyesalan terdalam mereka kehilangan talenta emas yang disia-siakan.
Dikutip dari laman Sempre Milan, Rossoneri pernah mengungkapkan penyesalan atas sikap terburu-buru mereka membuang Locatelli.
Hingga pada akhirnya pada bursa transfer musim panas lalu, AC Milan berniat memulangkan permata terbuangnya itu.
Namun oleh sang pemain secara tegas menolak dalam waktu dekat kembali ke pangkuan Il Diavolo Rosso,
Baca tanpa iklan