Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Euro 2020

Renato Sanches Bersinar Bersama Portugal di Euro 2020, Geser Bruno Fernandes ke Bangku Cadangan

Renato Sanches kembali bangkit bersama Timnas Portugal di Euro 2020, ia sukses menyingkirkan Bruno Fernandes ke bangku cadangan

Renato Sanches Bersinar Bersama Portugal di Euro 2020, Geser Bruno Fernandes ke Bangku Cadangan
UEFA
Gelandang muda Portugal, Renato Sanches cetak gol perdananya ke gawang Polandia/Renato Sanches kembali bangkit bersama Timnas Portugal di Euro 2020, ia sukses menyingkirkan Bruno Fernandes ke bangku cadangan 

TRIBUNNEWS.COM - Portugal memang berhasil melaju ke babak 16 Besar Euro 2020.

Tergabung bersama Jerman, Prancis dan Hungaria, Portugal lolos usai menahan imbang Prancis dengan skor 2-2.

Nama Cristiano Ronaldo, tentu mendapatkan pujian setinggi langit, apalagi ia kini berstatus top skor turnamen dengan 6 gol.

Namun, nama yang sejatinya menonjol adalah Renato Sanches yang muncul memberi dimensi berbeda terhadap permainan Portugal.

Gelandang muda Portugal, Renato Sanches cetak gol perdananya ke gawang Polandia
Gelandang muda Portugal, Renato Sanches cetak gol perdananya ke gawang Polandia (UEFA)

Baca juga: 16 Besar EURO 2020 Italia Vs Austria, Antisipasi Adu Penalti, Gli Azzurri Sudah Tunjuk 5 Eksekutor

Baca juga: 16 Besar Euro 2020: Fullback Italia Sebut David Alaba Sebagai Kekuatan Utama Austria

5 tahun lalu, Renato Sanches adalah buah bibir di Euro 2016, permainannya enerjik, dan akselerasinya tidak menggambarkan sosok berusia 18 tahun.

Segalanya sangat fenomenal saat itu bagi seorang anak berusia 18 tahun yang baru saja mengakhiri musim penuh pertamanya sebagai profesional dan mengantarkan Benfica menjadi juara Liga.

Ia kemudian menjadi juara Euro 2016 dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik dalam turnamen tersebut.

Tetapi setelahnya semuanya begitu prematur dan berujung fatal.

Bayern Munchen kemudian memboyongnya dari Benfica dengan mahar 35 Juta Euro, dan menjadi 80 Juta Euro jika penampilannya meningkat.

Tetapi, kesulitan mulai membayanginya, berjuang dengan bahasa baru, lingkungan baru dan akhirnya berjuang untuk menjaga disiplin dirinya di luar lapangan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas