Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Euro 2020

Prancis vs Swiss: Strategi Matikan Mbappe

Jika La Nati, julukan Swiss memakai pakem yang biasa, 3-4-1-2, tim Vladimir Petkovi ini akan memiliki dua pemain untuk mengawal Mbappe

Prancis vs Swiss: Strategi Matikan Mbappe
FRANCK FIFE / AFP
Pemain depan Prancis Kylian Mbappe tersenyum selama sesi latihan di stadion Nandor Hidegguti di Budapest pada 24 Juni 2021 sebagai bagian dari kompetisi sepak bola UEFA EURO 2020. 

BAGAIMANA mematikan pergerakan Kylian Mbappe. Itulah fokus timnas Swiss saat menantang Prancis dalam babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Arena Nationala, Bukarest, Selasa (29/6) dini hari.

"Dia seperti kereta api," kata Silvan Widmer dikutip dari situs UEFA. Ditempatkan di sayap kanan Swiss, bek asal FC Basel ini kemungkinan besar akan ditugaskan untuk mengendalikan striker Paris Saint-Germain, yang terkenal karena kecepatannya dalam menembus pertahanan lawan.

Jika La Nati, julukan Swiss memakai pakem yang biasa, 3-4-1-2, tim Vladimir Petkovi ini akan memiliki dua pemain untuk mengawal Mbappe. Yakni bek tengah kanan, dan bek sayap kanan, plus mungkin ditambah salah satu gelandang mereka turun ke dalam untuk membantu .

Baca juga: Kekalahan Belanda Diwarnai Percobaan Gol Tangan Tuhan, Pelatih Belanda Soroti Petaka Kartu Merah

La Nati akan coba membatasi pergerakan Mbappé dengan menekan Prancis sejak menit pertama, tidak membiarkan mereka mendistribusikan bola dengan mudah, dan dengan demikian membatasi akses untuk penyerang bernomor sepuluh ini.

Jersey Xhaka dirobek Pogba di Euro 2016
Granit Xhaka 

Widmer telah mengisyaratkan bahwa Swiss siap menantang Prancis dengan permainan tempo tinggi, dan menekan mereka sejak menit pertama. Hal itu diyakini bakal meminimalisir kualitas juara Piala Dunia 2018 ini.

Toh, Widmer mengakui bahwa dirinya tak bisa cukup cepat untuk menandingi Mbappe. Penyerang Prancis itu, katanya,  berada di level lain, "Jelas, jika Anda menghadapi pemain seperti Mbappé, Anda memerlukan bantuan seluruh tim," ujar Widmer.

Baca juga: Hasil Euro 2021: Disingkirkan Ceko, Kartu Merah De Ligt Warnai Kekalahan Tragis Belanda

Bantuan itu akan datang dari Nico Elvedi, yang beroperasi di belakangnya sebagai bek kanan. Untuk mempersempit  pengaruh Mbappé, duo gelandang bertahan, Remo Freuler, dan Granit Xhaka juga perlu bergantian turun.

Mbappé baru berusia 17 tahun, dan belum dipanggil oleh Didier Deschamps saat terakhir kali kedua tim terakhir bertemu dengan hasil imbang 0-0 di EURO 2016.

Sekarang sebagai pemenang Piala Dunia 2018,  dan memimpin lini depan Prancis, pemain berusia 22 tahun itu berpotensi membuat lini belakang Swiss kocar-kacir.

"Saya yakin kami akan mampu menghentikannya. Kami tidak takut," kata Widmer berusaha meyakinkan diri.

Baca juga: Hasil MotoGP Belanda 2021 Quartararo Juara, Maverick Vinales Kedua, Valentino Rossi Crash

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas