Kusnaeni: Pertahankan Konsentrasi dan Jangan Berharap Terlalu Tinggi
Pengamat sepakbola Kusnaeni memberi saran agar tim Garuda mempertahankan konsentrasi, baik mental maupun fisik.
Editor:
cecep burdansyah
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - PENGAMAT sepakbola Indonesia, Kusnaeni, menilai sulit bagi Timnas Indonesia untuk bisa membalikan keadaan pada saat menghadapi Thailand di leg kedua final Piala AFF 2020.
Menurutnya, margin empat gol terlalu jauh untuk bisa dikejar.
Selain itu, usia rata-rata pemain Indonesia saat ini relatif muda sehingga belum berpengalaman dalam menghadapi situasi genting seperti sekarang.
"Jadi memang sangat berat mengubah situasi ini, membalikan keadaan. Pelatih sehebat apapun akan sulit melakukan itu," ujar Kusnaeni, yang juga akrab disapa Bung Kus itu kepada Tribun Jabar melalui telepon, semalam.
Hanya saja dalam sepak bola, lanjut Bung Kus, ada ungkapan bahwa bola itu bundar. Segala sesuatunya masih mungkin terjadi di lapangan hijau
"Saya sih menganggap jika itu terjadi sebagai sebuah keajaiban. Jadi yang realistis adalah sulit membalikan keadaan itu," katanya.
Saat ini, menurut Bung Kus, fokus utamanya bukan bagaiaman cara membalikan keadaan. Namun hal utama yang harus dilakukan adalah memperbaiki penampilan di leg kedua nanti.
Jika memang bisa mengubah keadaan, anggap saja hal itu sebagai bonus. Jadi target utamanya di pertandingan nanti adalah perbaiki permainan, meningkatkan kerja sama tim, dan harus bisa konsisten selama 90 menit.
"Kemarin, saya pikir banyak kesalahan yang sering sudah dibahas oleh banyak orang tapi sering terjadi. Kesalahan kurang fokus di awal pertandingan sehingga kebobolan terlalu cepat, itu kan sudah berulang-ulang terjadi," ucapnya.
Di leg kedua nanti, ujar Bung Kus, para pemain harus bisa konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Sebab pada leg pertama, para pemain seperti kebingungan, terutama pada babak kedua.
"Padahal kalau kemarin bisa menjaga 0-1 saja sampai akhir pertandingan, leg kedua kan masih mungkin segala sesuatunya.
Tapi pemain seperti kehilangan konsentrasi, seperti mudah dibongkar pertahanannya oleh pemain-pemain lawan.
Sehingga akhirnya kebobolannya menjadi tiga lagi di babak kedua dan itu yang membuat leg kedua menjadi sulit," ujarnya.
Di leg kedua nanti, Bung Kus berharap akan ada rotasi pemain. Mengingat kondisi fisik pemain yang sangat terkuras selama Piala AFF berlangsung.
Pemain harus bermain rata-rata tiga hari sekali yang praktis hanya memiliki waktu istirahat satu sampai dua hari saja.
Baca tanpa iklan