Liga 1 Gunakan Format Anyar di Musim 2023/20242, Ini Respons Bos Persib Soal Tim 4 Besar Diadu Lagi
Bos Persib menilai, dari sisi industrial, kompetisi Liga 1 dengan sistem playoff pada akhir kompetisi juga bakal meningkat nilai kompetisi itu sendiri
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom

Liga 1 Gunakan Format Anyar di Musim 2023/20242, Ini Respons Bos Persib Soal Tim 4 Besar Diadu Lagi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono menceritakan bahwa sarasehan yang dilakukan klub-klub Liga 1, Liga 2 dan PSSI benar-benar merupakan keputusan yang diambil secara bersama.
Satu di antara keputusan atau poin tersebut yakni soal adanya format anyar pada kompetisi Liga 1 musim depan.
PSSI sebelumnya mengajukan dua opsi, format dibagi tiga wilayah, satu lagi format yang sama seperti musim ini akan tetapi di akhir kompetisi empat tim teratas akan kembali dipertandingkan atau babak playoff.
Baca juga: Jadwal Liga 1 Pekan ke-29: Persija Hadapi Lawan Berat, Jarak PSM dan Persib Tetap 10 Poin?
“Mekanisme baik itu pembagian tiga grup, termasuk dengan tata cara dan lain-lainnya, kemudian juga terjadi opsi dua yakni sistem ful kompetisi dengan adanya empat besar ada babak playoff lagi. Setelah itu kita analisa dengan 18 klub PSSI, jadi diskusi yang menarik sehingga semua klub sepakat untuk memilih opsi dua, yaitu sistem ful kompetisi dengan adanya babak play off untuk 4 besar,” kata Teddy yang hadir secara virtual dalam konferensi pers di Kantor PSSI, GBK Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (5/3/2023).
Teddy menilai format baru ini kedepan bakal membuat pertandingan Liga 1 semakin menarik.
Tak hanya itu, dari sisi industrial, kompetisi Liga 1 dengan sistem playoff pada akhir kompetisi juga bakal meningkat nilai kompetisi itu sendiri.
“Tentu itu terobosan yang sangat menarik dan kami apresiasi dari kepengurusan PSSI sekarang,” ujar Teddy.
Baca juga: Fakta Menarik Kekalahan Persib, PSM Butuh 5 Laga Buat Juara Liga 1, Teja Bikin Maung Merana

“Kita bisa melihat di mana akan ada pertandingan sangat menarik ketika ada di 4 besar, di mana itu akan terjadi suatu hal yang bagus dan secara industri itu akan meningkatkan value dari kompetisi tersebut, jadi kami sangat menunggu untuk dilaksanakan format baru ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan hasil sarasehan yang dilakukan bersama klub-klub Liga 1 dan Liga 2 di Surabaya pada Sabtu (4/3/2023) adalah hasil keputusan yang diambil secara bersama-sama oleh klub.
Soal pertandingan nanti, dikatakan Erick Thohir itu ada dalam ranahnya operator Liga yang mana musim depan masing-masing Liga juga direncanakan bakal mempunyai operator Liga yang berbeda.
“Sarasehan ini bukan PSSI yang menentukan tapi klub-klub Liga 1 bersepakat, Liga 2 bersepakat. Jadi jangan dibalik nih, Liga 1 dan Liga 2 masing-masing bersepakat dengan konsep kompetisi yang mau dijalankan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.
“Kadang-kadang masyarakat tidak terekam bahwa Liga 1 dan Liga 2 yang nantinya akan ada kepengurusan sendiri, itu tangan PSSI ke dalam itu hanya sebatas aturan wasit, regulasi, bukan mencampuri kompetisi,” pungkasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.