Kantor Komite Wasit Spanyol Digeledah, Barcelona Didakwa Lakukan Suap
Barcelona menghadapi babak baru dalam kasus Negreira, mereka didakwa melakukan suap dan berpotensi menghadapi sanksi berat.
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Nuryanti
![Kantor Komite Wasit Spanyol Digeledah, Barcelona Didakwa Lakukan Suap](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/suasana-luar-stadion-camp-nou.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Barcelona menghadapi babak baru dalam kasus Negreira, mereka didakwa melakukan suap dan berpotensi menghadapi sanksi berat.
Barcelona didakwa melakukan suap atas pembayaran mereka kepada mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit (CTA) Jose Maria Enriquez Negreira.
Hakim Joaquin Aguirre yang menyelidiki dugaan kasus ini telah memutuskan bahwa presiden saat ini Joan Laporta dan dua mantan presiden lainnya dapat diadili karena suap.
Barca sebelumnya didakwa dengan tuduhan korupsi di bidang olahraga, korupsi di bidang bisnis, administrasi palsu, dan pemalsuan dokumen komersial.
Namun kini kasus tersebut telah meningkat dan merambah ke masalah suap yang dilakukan Barcelona.
Seperti dilaporkan Mundo Deportivo, polisi juga menggeledah kantor komite Teknis Wasit Spanyol (CTA) di Madrid pada Kamis, 28 September 2023.
Penggeledahan menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap kemungkinan korupsi sistemik di dalam komite wasit Spanyol.
Baca juga: Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-8: Dibuka Barcelona vs Sevilla, Girona & Real Madrid Rebutan Puncak
Pengadilan Spanyol pertama kali menerima pengaduan yang diajukan oleh jaksa terhadap Barca, mantan presiden mereka, dan Negreira pada bulan Maret.
Los Cules sempat membantah menyuap Negreira sebelum hakim menjatuhkan dakwaan.
Barça membayar perusahaan Negreira lebih dari €7 juta antara tahun 2001 dan 2018 ketika dia menjadi wakil presiden komite wasit.
Jose Maria Enriquez Negreira adalah wakil presiden komite wasit Federasi Sepak Bola Spanyol, dan oleh karena itu dianggap sebagai pegawai negeri selama pembayaran dilakukan kepadanya.
Akibatnya, Laporta dan dua mantan presiden lainnya bisa didakwa melakukan suap dengan alasan mereka diduga membeli bantuan dari pejabat pemerintah.
Menurut dokumen yang direproduksi oleh media Spanyol, penyelidikan yang dilakukan oleh hakim Joaquín Aguirre menyimpulkan bahwa 'logis' untuk memahami bahwa Barcelona berusaha membeli pengaruh.
Baca juga: Kebahagiaan Pelatih Girona Bisa Pantati Real Madrid dan Barcelona di Klasemen Liga Spanyol
Menurut Daily Mail, berdasarkan undang-undang suap di Spanyol, jika kasus tersebut dibawa ke pengadilan, tidak perlu dibuktikan bahwa pengaruh tersebut memang diberikan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.