PSG vs Real Madrid, Mbappe Pemantik Balas Dendam Les Parisiens
PSG kini menjadi yang terkuat di Eropa. Reuni melawan Kylian Mbappe (Real Madrid) di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 jadi kisah baru balas dendam
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Dwi Setiawan
Ketangguhan itu tampak ketika PSG mengarungi Piala Dunia Antarklub 2025 di padang gurun Amerika Serikat.
"Kami telah berbicara banyak tentang ketangguhan dan kami adalah tim yang tangguh," ucap Enrique, dikutip dari The Athletic.
"Kami siap untuk bersaing dalam situasi apa pun. Hasilnya tidak penting. Kami sangat menderita selama musim lalu. Tapi kami menderita bersama-sama," sambungnya.
"Kami tidak seefisien yang seharusnya, baik di liga maupun di Liga Champions. Tetapi kami menunjukkan semangat tim kami. Kami berjuang bersama-sama," tambahnya.
Setelah kesuksesan menghampiri, meraih trofi yang selama ini diidamkan oleh publik Paris. PSG mempunyai tugas yang tak kalah penting untuk mempertahankan kesuksesan mereka di masa depan.
Ajang Piala Dunia Antarklub yang dianggap sebagai salah satu ajang gangguan setelah musim kompetisi dinilai layak menjadi panggung bagi skuad Enrique untuk meneruskan sejarah mereka dalam sepak bola Eropa.
Babak fase gugur dilalui tanpa hambatan, hingga mampu melaju ke babak 16 besar. Namun ujian tiba saat menghadapi Bayern Munchen di babak perempat final Piala Dunia Antarklub 2025.
Selama 45 menit pertama, PSG harus kuat menghadapi agresi yang ditunjukkan oleh anak asuh Vincent Kompany.
Terlebih dalam 10 menit terakhir babak pertama, Bayern Munchen menghasilkan sejumlah peluang yang membahayakan gawang Donnarumma.
Beruntungnya, mereka masih terbebas dari kebobolan.
Di babak kedua, PSG berusaha untuk mendapatkan gol lebih dulu, dan berhasil lahir dari tendangan Doue di luar kotak penalti. Tendangan mendatarnya yang mengincar tiang dekat sisi kiri salah antisipasi oleh Neuer.
Hanya selang 4 menit setelah gol Doue (78), PSG mendapat ujian dengan kartu merah yang diterima William Pacho.
tak berhenti di situ, Lucas Hernandez juga menerima kartu merah sehingga membuat PSG bermain dengan 9 pemain di tengah gempuran serangan Bayern Munchen.
Alih-alih kebobolan, ketangguhan jawara Eropa memberikan bukti. PSG justru menghasilkan gol tambahan sari serangan balik cepat yang dilesakkan oleh Dembele.
Kemenangan itu berarti banyak bagi PSG yang tersentuh sedikit rasa dendam setelah kekalahan di babak penyisihan Liga Champions akhir tahun 2024.
Baca tanpa iklan