Wajah Tottenham Dinodai Bayern Munchen 4-0, Thomas Frank Siaga Lawan PSG
Wajah Tottenham ternodai dengan kekalahan 4-0 dari Bayern Munchen, modal berat melawan PSG di Piala Super Eropa.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Drajat Sugiri
Momen itu bisa dilihat dari gol kedua Bayern Munchen yang dicetak Kingsley Koeman pada menit 60.
Van de Ven di jantung pertahanan mendapat umpan pendek dari rekannya di lini tengah ketika dipressing pemain Munchen.
Ia kemudian memberikan umpan melebar ke sisi kiri, dan diterima oleh Spence.
Apesnya, Spence mendapat tekanan dari Laimer yang membuatnya kehilangan bola. Laimer kemudian memberikan umpan pendek kepada Coman. Sementara Laimer berlari masuk kotak penalti yang membuat pemain Tottenham tertarik mengikutinya.
Coman lolos dari pengawalan, menggiring bola ke sisi tengah kotak penalti dan lepaskan tembakan yang berbuah gol.
Pelatih Tottenham, Thomas Frank tidak menampik hasil mengecewakan ini. Spurs masih jauh dari level yang dia harapkan.
Hasil melawan Bayern Munchen menjadi kesempatan yang berharga bagi Tottenham untuk menghadapi Paris Saint-Germain di laga Piala Super Eropa.
"Kami tidak mencapai level yang bagus, itu kombinasi yang buruk tetapi kami pasti akan belajar dari laga ini," ucap Thomas Frank kepada SpursPlay, dikutip dari Sky Sports.
"Saya benar-benar mendapat beberapa jawaban yang akan kami selidiki dan kami renungkan dengan tenang, serta menelaahnya setelah pertandingan."
"Juga, sepertinya kami kekurangan energi yang perlu kami temukan," jelasnya.
Pertandingan yang lebih besar akan terjadi tengah pekan depan. Pemenang Liga Champions di bawah asuhan Luis Enrique dengan catatan gemilang sepanjang musim 2024/2025.
Jika permainan Tottenham seperti laga melawan Bayern Munchen, tidak menutup kemungkinan pesta gol akan dibuat oleh PSG.
Sam Blitz dari Sky Sports mengungkapkan, Thomas Frank perlu menerapkan pragmatisme yang bisanya ia gunakan saat di Brentford pada musim-musim sebelumnya.
Tottenham tidak hanya buruk saat menguasai bola, tetapi juga saat tanpa bola.
Thomas Frank selalu menyiapkan rencana untuk pertandingan Brentford. Jika rencana A untuk mengejar kemenangan, lalu rencana B saat tim dituntut lebih ofensif, bahkan hingga rencana C ketika mereka dalam kondisi tertinggal dari lawan.
Baca tanpa iklan