Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Antara Peluit dan Taktik: Polemik Wasit dan Progres Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert di Ronde 4

Ulasan soal wasit ronde 4 kualifikasi Piala Dunia 2026: singgungan Rocky Putiray, dan sejauh apa perkembangan Timnas Indonesia di bawah Kluivert.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Antara Peluit dan Taktik: Polemik Wasit dan Progres Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert di Ronde 4
/Muhammad Nursina
PASUKAN GARUDA - Foto kesebelasan Timnas Indonesia saat melawan Lebanon dalam pertandingan FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Senin (8/9/2025) malam. - Ulasan soal wasit ronde 4 kualifikasi Piala Dunia 2026: singgungan Rocky Putiray, dan sejauh apa perkembangan Timnas Indonesia di bawah Patrick Kluivert. TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina 

Satu di antara transformasi yang terlihat jelas adalah perann Calvin Verdonk saat melawan Lebanon dibandingkan saat bermain di bawah asuhan Shin Tae-yong ataupun di klub.

Ia biasanya beroperasi sebagai full-back, namun bermain sebagai inverted full-back ala Pep Guardiola.

Peran tersebut memberikan opsi tambahan dalam build-up dan memperpendek jarak antar lini ketika menyerang.

Selain Verdong, Nathan Tjoe-A-On juga juga menjalani tugas ganda ketika melawan China Taipei yang mana Timnas Indonesia menang dengan skor mencolok 6-0.

Tugasnya sebagai gelandang bertahan diperluas sebagai ball-winning midfielder yang lebih agresif.

Hal itu berfungsi sebagai pemutus aliran lawan dan pemecah ruang agar gelandang kreatif bisa lebih leluasa bergerak.

Patrick juga berani mengambil keputusan ketika Mauro Zijlstra yang merupakan penyerang murni diganti dengan Marselino Ferdinan. Sebagian pihak menilai sistem serangan pun berubah dengan peran Marselino yang lebih sebagai nomor 9 palsu.

Rekomendasi Untuk Anda

Patrick tidak hanya ingin memperjelas soal formasi yang ia gunakan, tetapi soal rekonstruksi gaya bermain.

Hal itu sudah cukup terlihat dari penguasaan bola yang dimainkan skuat Garuda ketika melawan Lebanon mencapai 81 persen.

Meskipun masih ada pekerjaan rumah yang dilakukan, yakni ketika 9 tembakan percobaan satu di antaranya tidak ada yang tepat sasaran.

Hal itu menunjukkan, bahwa Timnas Indonesia masih membutuhkan kreativitas, variasi umpan, dan sentuhan di sepertiga akhir lapangan untuk mengkonversikan peluang menjadi gol.

Perubahan juga terlihat di lini pertahanan, seperti yang sudah disinggung di atas.

Calvin Verdonk yang bermain lebih dalam di lini tengah dan dengan intensitas di sepertiga akhir lapangan membuat Dean James mengisi pos bek sayap kiri.

Sementara Kevin Diks memainkan perannya sebagai bek tengah, bukan bek sayap kanan karena ditempati oleh Yakob Sayuri.

Hal itu juga merujuk pada peran barunya bersama Monchengladbach. Dari empat pertandingan yang telah dilakoni Kevin Diks di Jerman, ia bermain 3 kali sebagai bek tengah dan sekali di pos bek sayap kanan.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
36
24
7
5
68
26
42
79
2
Man. City
35
22
8
5
72
32
40
74
3
Manchester United
36
18
11
7
63
48
15
65
4
Liverpool
36
17
8
11
60
48
12
59
5
Aston Villa
36
17
8
11
50
46
4
59
Berita Populer
Berita Terkini
Atas