Gianni Infantino di KTT Perdamaian: Sepak Bola Penting Menciptakan Harapan
Presiden FIFA Gianni Infantino bergabung dengan lebih dari 20 pemimpin dunia di KTT Perdamaian yang diadakan di Sharm El-Sheikh, Mesir.
Editor:
Muhammad Barir
Gianni Infantino di KTT Perdamaian Gaza: Sepak Bola Penting dalam Menciptakan Harapan Baru
Ringkasan Berita
- Gianni Infantino umumkan “hari bersejarah” di KTT Perdamaian
- Presiden FIFA bersama para pemimpin dunia berkumpul di Mesir
- Peran sepak bola adalah untuk mendukung dan memberi harapan
TRIBUNNEWS.COM- Presiden FIFA Gianni Infantino bergabung dengan lebih dari 20 pemimpin dunia, presiden, dan pejabat di KTT Perdamaian yang diadakan di Sharm El-Sheikh, Mesir.
KTT tersebut, yang diketuai bersama oleh Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, diadakan di kota resor Laut Merah, dengan tujuan untuk mendukung gencatan senjata yang baru saja ditetapkan, mengakhiri perang dua tahun, dan mengembangkan stabilitas jangka panjang serta rencana rekonstruksi untuk Gaza.
Berbicara setelah penandatanganan dokumen mengenai masa depan kawasan, Presiden Infantino menekankan pentingnya hari itu.
"Nah, ketika kita berbicara tentang hari bersejarah, hari ini jelas merupakan hari bersejarah," ujarnya.
"Hari bersejarah bagi Timur Tengah, hari bersejarah bagi dunia, hari bersejarah bagi perdamaian. Sebuah awal yang baru, seperti yang dikatakan Presiden Trump, fajar baru bagi seluruh kawasan, bagi seluruh dunia. Kehadiran FIFA di sini sangat penting, untuk mendukung, membantu, dan mengerahkan segala daya upaya untuk memastikan proses perdamaian ini membuahkan hasil dan mencapai hasil terbaik."
Infantino juga menggarisbawahi kepemimpinan kritis yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat.
Peran Presiden Trump sangat fundamental dan krusial dalam proses ini. Tanpa Presiden Trump, perdamaian tidak akan terwujud.… Presiden Trump telah meruntuhkan penghalang, membangun jembatan, menyatukan rakyat, dan bahkan bersama Mesir, Qatar, Turki, dan negara-negara lain—ia juga menyebutkan mereka—dari Arab Saudi, hingga (Uni Emirat Arab), Indonesia, Bahrain, hingga Yordania, semua negara di Timur Tengah yang telah mendukung proses ini.
"Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, hal itu terjadi, dan kini kita benar-benar dapat menulis beberapa halaman baru. Halaman-halaman kebersamaan, perdamaian, di kawasan yang sungguh-sungguh membutuhkannya," ujarnya.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pemimpin internasional terkemuka, termasuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Raja Yordania Abdullah II, dan Presiden Otoritas Nasional Palestina Mahmoud Abbas juga turut hadir.
Presiden FIFA menekankan peran penting sepak bola dalam menciptakan harapan baru di kawasan.
"Nah, peran sepak bola haruslah untuk mendukung, haruslah untuk mempersatukan, haruslah untuk memberikan harapan di kawasan ini. Di Gaza, di Palestina, tentu saja kami akan membantu membangun kembali semua fasilitas sepak bola. Kami akan membantu mengembalikan sepak bola – bersama dengan Asosiasi Sepak Bola Palestina – di setiap sudut negeri ini. Kami akan membawa (sepak bola), kami akan membangun lapangan, kami akan membawa instruktur, kami akan membantu menyelenggarakan kompetisi, kami akan meluncurkan dana untuk membantu membangun kembali infrastruktur sepak bola di Palestina," ujarnya.
Baca tanpa iklan