Alex Pastoor: Timnas Peringkat 119, Tapi Mau Lolos Piala Dunia Itu Tidak Logis
Pastoor buka suara usai dipecat, sebut target PSSI tak masuk akal untuk Timnas peringkat 119 yang gugur tanpa poin di kualifikasi.
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Alex Pastoor kritik target PSSI usai Timnas gagal total di kualifikasi
- Timnas Indonesia kalah beruntun dari Arab Saudi dan Irak, gugur tanpa poin
- Program jangka panjang kepelatihan Belanda terhenti usai pemecatan mendadak oleh PSSI
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Timnas Indonesia gagal total di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) membuat Garuda tersingkir tanpa satu pun poin.
Tak lama setelah hasil itu, PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan tim kepelatihan asal Belanda yang dipimpin Patrick Kluivert, termasuk asisten pelatih Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
Belum genap sepekan sejak pemecatan, Alex Pastoor muncul di media olahraga Belanda, Voetbal International, dan menyampaikan evaluasi tajam.
Ia menyebut target PSSI untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia sebagai hal yang tidak realistis.
“Memang akan sangat bagus untuk mencapai Piala Dunia, tapi sebagai tim peringkat 119, itu tidaklah mudah atau logis,” ujar Pastoor, dikutip dari Voetbal International dan Bolasport.com, Selasa (21/10/2025).
Sebagai catatan, peringkat FIFA (badan sepak bola dunia) menempatkan Indonesia di posisi ke-119 saat pemecatan terjadi, sementara Arab Saudi dan Irak masing-masing berada di posisi 57 dan 68 dunia.
Pastoor mengaku terkejut dengan keputusan cepat PSSI.
Menurutnya, tim pelatih tidak menduga bahwa pemecatan akan terjadi hanya beberapa hari setelah kembali dari Jeddah, Arab Saudi.
“Kami tidak menduga terkait itu (pemecatan), keputusan mereka diambil dalam beberapa hari dan memutuskan bahwa ini adalah akhir,” katanya.
Baca juga: STY Resmi Tinggalkan Ulsan HD, Akankah Kembali ke Timnas Indonesia?
Ia juga menjelaskan bahwa tim kepelatihan telah berusaha maksimal dalam menyusun strategi dan membimbing pemain.
Namun, kualitas lawan seperti Arab Saudi dan Irak dinilai terlalu tinggi untuk Timnas saat ini.
“Kami mencoba menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan dari mereka. Saya pikir kami melakukannya dengan sangat maksimal. Tapi, itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara dengan kualitas seperti ini,” jelas Pastoor.
Selain target utama ke Piala Dunia, Pastoor membeberkan tiga program pokok yang sempat dirancang bersama PSSI:
- Misi lolos ke Piala Dunia 2026
- Perekrutan pemain lokal untuk tim U23 dan U20 (kelompok usia di bawah 23 dan 20 tahun)
- Pengembangan pemain kompetitif jangka panjang di Indonesia
Namun, seluruh rencana itu terhenti usai pemecatan.
“Saya pikir mereka sedang mengerjakan proyek yang akan bertahan lebih lama daripada hanya mencoba mencapai Piala Dunia,” ujar Pastoor, menyiratkan harapan akan visi jangka panjang yang ternyata tidak berlanjut.
Baca tanpa iklan