43 Gol Tercipta, Hasil Liga Champions PSG, Barcelona, dan Inter Milan Tak Normal
League Phase Liga Champions yang digelar Selasa (21/10) hingga Rabu (22/10) dini hari menghasilkan total 43 gol dari semua tim yang berlaga.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
El Barca menang dengan skor 6-1 atas wakil Yunani tersebut. Barangkali mata penggemar El Barca tertuju kepada Fermin Lopez yang mencetak hattrick pada pertandingan ini.
Selain mengobati kekalahan tragis pada matchday sebelumnya saat dipecundangi PSG, raihan tiga poin ini membuka kembali harapan Barcelona untuk lolos ke fase gugur, tanpa play-off.
Kini, Barcelona berhak naik ke peringkat sembilan dengan catatan enam poin dari tiga laga.
Barca juga menegaskan status sebagai salah satu kandidat juara yang tak boleh dicoret begitu saja.
Apalagi mereka juga melakukan penambahan kekuatan dengan mendatangkan Marcus Rashford di sisi kiri penyerangan.
Satu lagi tim besar yang memperoleh kemenangan cukup telak adalah Inter Milan.
Inter Milan menghempaskan Royale Union dengan skor 0-4.
Hasil Liga Champions itu sekaligus menunjukkan transisi kepelatihan Inter Milan berjalan cukup baik.
Tak ada turbulensi mengganggu yang terjadi setelah Simone Inzaghi menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Cristian Chivu.
Chivu masih dalam trek yang tepat saat mengawal Nerazzurri di Liga Champions.
Sebenarnya selain tiga hasil besar itu, masih ada tim-tim lainnya yang punya kemenangan telak.
Arsenal dan PSV menjadi contoh nyata kemenangan besar yang diraih masing-masing.
PSV memberikan kejutan terbesar pekan ini dengan mengalahkan juara Italia, Napoli, dengan skor telak, 6-2.
Sedangkan Arsenal menang atas Atletico Madrid dengan skor 4-0.
Banyaknya gol yang tercipta di matchday kali ini menunjukkan sisi hiburan dari olahraga sepak bola.
Penggemar tak hanya harus menganalisa taktik dan kontra taktik yang digunakan.
Sesekali mereka juga bisa menikmati laga dengan banyak gol tercipta.
Pada matchday kali ini, ada 43 gol tercipta dari semua tim yang berlaga.
Benar-benar sesuatu yang langka bagi kompetisi sebesar Liga Champions.
(Tribunnews.com/Guruh)
Baca tanpa iklan