Brasil U17 vs Indonesia U17, Misi Redam "Haaland dari Brasil"
Timnas Indonesia U-17 bersiap menghadapi tantangan terbesar mereka di Piala Dunia U-17 2025 Qatar.
Penulis:
Deny Budiman
Editor:
Muhammad Barir
Julukan “Haaland dari Sertão” bukan tanpa alasan. Pada 2023, Dell mencetak 40 gol dalam 34 pertandingan bersama Bahia U-17 dan langsung dipromosikan ke tim U-20.
Kini, bersama timnas Brasil U-17, ia telah menorehkan 7 caps dan 4 gol, menjadikannya salah satu penyerang muda paling produktif di Amerika Selatan.
Bagi Indonesia, sosok Dell akan menjadi ujian besar bagi lini pertahanan. Pasalnya, selain tajam, ia juga lihai menekan lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya seperti Gustavo Nunes dan Rafael França yang juga tampil eksplosif saat melawan Honduras.
Kubu Indonesia sementara itu mengandalkan Mathew Baker sebagai tembok pertahanan utama. Bek tengah keturunan Indonesia-Australia itu menjadi sosok yang menonjol saat Garuda Asia melawan Zambia, meski hasilnya belum berpihak.
Baker menyadari bahwa laga kontra Brasil akan sangat berat, namun ia menegaskan satu hal: Indonesia tidak akan gentar.
“Kami tahu Brasil negara sepak bola besar, tapi ini sepak bola—apa pun bisa terjadi,” ujar pemain Melbourne City FC itu dikutip dari FIFAplus.
“Kami melangkah pertandingan demi pertandingan. Setelah Zambia, sekarang fokus kami hanya Brasil.”
Baker mengakui bahwa ia dan tim belum banyak mempelajari permainan Brasil sebelum laga pembuka.
Namun setelah melihat bagaimana Brasil melumat Honduras, Baker tahu betul ancaman yang akan mereka hadapi.
“Kami harus lebih disiplin, menjaga fokus, dan bertarung dengan hati. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia punya potensi besar,” kata bek berpostur 1,85 meter ini.
Indonesia sejatinya memulai laga pembuka melawan Zambia dengan baik. Gol cepat Zahaby Gholy di menit ke-12 sempat membuat asa Garuda Muda membumbung tinggi.
Baca tanpa iklan