PSG vs Tottenham, Duel Juara Eropa, PSG Bidik Menang Meski Skuad Pincang
Juara Eropa level Liga Champions bertemu juara Eropa level Liga Europa di Parc des Princes pada Kamis (27/11) dini hari, ketika PSG menjamu Spurs.
Penulis:
Deny Budiman
Editor:
Muhammad Barir
PSG vs Tottenham, Duel Juara Eropa, PSG Bidik Menang Meski Skuad Pincang
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM- Juara Eropa level Liga Champions bertemu juara Eropa level Liga Europa di Parc des Princes pada Kamis (27/11) dini hari, ketika Paris Saint-Germain menjamu Tottenham Hotspur dalam lanjutan fase liga Liga Champions.
Laga ini menjadi ulangan duel di Piala Super Eropa tahun ini, yang dimenangkan PSG lewat drama adu penalti.
Namun, suporter Spurs yang datang ke Paris mungkin punya kekhawatiran lebih besar karena potensi kekalahan yang lebih telak.
Perjalanan PSG di Liga Champions musim ini sempat terganggu tiga pekan lalu. Bayern Muenchen datang ke Paris dan pulang dengan kemenangan 2-1, meski harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak kedua.
Luis Diaz mencetak dua gol sebelum diusir keluar lapangan akibat tekel keras kepada Achraf Hakimi —cedera yang sampai sekarang belum sepenuhnya pulih— sementara PSG hanya mampu memperkecil keadaan lewat Joao Neves.
Walau rekor sempurnanya telah hilang, PSG tetap berada di jalur aman menuju 16 besar. Mereka duduk di peringkat kelima dari 36 tim dan masih menempel ketat Bayern, Arsenal, serta Inter Milan.
Catatan penting lainnya yang sangat berpengaruh untuk duel dini hari nanti: sepanjang sejarah, Les Parisiens belum pernah kalah dua kali beruntun di kandang pada kompetisi ini.
Setelah kekalahan dari Bayern, pasukan Luis Enrique bangkit dengan dua kemenangan beruntun di Ligue 1.
Meski kemenangan 3-2 atas Lyon diwarnai kontroversi wasit, kemenangan 3-0 atas Le Havre akhir pekan kemarin berjalan mulus dan mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen, unggul dua poin dari Marseille dan Lens.
Namun, harus diakui performa pasukan Luis Enrique pada saat ini belum sekuat versi musim lalu saat dengan gagah perkasa mereka menghancurkan Inter di final UCL 2024–25.
Situasi Tottenham justru lebih suram. Ribuan suporter Spurs meninggalkan Emirates lebih awal pada derby London Utara, setelah Arsenal tampil luar biasa dan menggasak mereka 4-1.
Eberechi Eze menjadi pusat perhatian berkat hat-trick bersejarah —yang pertama dalam sejarah Premier League untuk laga Derby London Utara— melawan klub yang sempat mengejarnya sepanjang bursa transfer.
Formasi defensif 5-2-3 racikan Thomas Frank langsung menjadi sorotan karena mudah dipatahkan Arsenal. Pilihan taktiknya di Paris nanti pun menjadi salah satu hal paling menarik untuk ditunggu.
Baca tanpa iklan