Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Dari AC Milan ke Ajax: Maximilian Ibrahimovic Ulang Kisah Legendaris Ayahnya

Dari AC Milan ke Ajax, jejak Zlatan Ibrahimovic kembali terulang. Kali ini bukan sang legenda, melainkan putranya, Maximilian Ibrahimovic.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dari AC Milan ke Ajax: Maximilian Ibrahimovic Ulang Kisah Legendaris Ayahnya
Instagram Maximilian Ibrahimovic
SELEBRASI - Selebrasi anak Zlatan Ibrahimovic, yakni Maximilian Ibrahimovic saat masih membela akademi AC Milan (Milan Futuro). Dari AC Milan ke Ajax, jejak Zlatan Ibrahimovic kembali terulang. Kali ini bukan sang legenda, melainkan putranya, Maximilian Ibrahimovic yang dikabarkan pindah ke raksasa Liga Belanda tersebut dengan status pinjaman. 

Publik kini menanti, apakah Maximilian Ibrahimovic mampu mengukir kisah emasnya sendiri, atau justru hidup di bawah bayang-bayang besar nama Zlatan.

Maximilian Ibrahimovic Awalnya Benci Sepak Bola

Di balik nama besar Ibrahimovic, tersimpan kisah mengejutkan dari Maximilian Ibrahimovic. Putra legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic itu ternyata pernah membenci sepak bola saat masih kecil.

Pengakuan jujur tersebut disampaikan Maximilian setelah menerima panggilan pertamanya ke timnas Swedia U-18 pada Oktober 2024 lalu.

Dalam wawancaranya dengan Sportbladet, yang dikutip Milan News, Maximilian mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sepak bola tidak selalu berjalan mulus.

“Saya mulai cukup terlambat, saya baru berusia sembilan tahun,” ujar Maximilian.

Perjalanannya di dunia sepak bola pun terbilang nomaden. Ia sempat berlatih di berbagai negara mengikuti jejak karier sang ayah.

“Saya mulai di klub lokal di Paris. Setelah itu saya bermain di akademi PSG, lalu pindah ke akademi Manchester United. Kami kemudian pindah ke Amerika Serikat, saya bermain di Los Angeles, lalu LA Galaxy. Setelah itu ke Swedia bersama Hammarby, dan akhirnya ke Italia bersama Milan,” paparnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun di balik perjalanan panjang tersebut, Maximilian menyimpan perasaan getir terhadap olahraga yang kini membesarkan namanya.

“Saya benci sepak bola," terus terang Maximilian.

“Sampai umur 11 tahun, saya membenci sepak bola. Saya pikir itu adalah hal terburuk di dunia,” katanya.

"Baru ketika menginjak usia 11 hingga 12 tahun, perasaannya mulai berubah. Saat itu saya mulai menyukainya,” tambahnya.

Lebih jauh, Maximilian mengungkap alasan utama di balik kebenciannya terhadap sepak bola: bayang-bayang besar Zlatan Ibrahimovic.

“Tidak ada yang terasa benar. Semuanya salah. Saya selalu dibandingkan dengan ayah saya,” ungkapnya jujur.

Tekanan sebagai anak seorang legenda membuat Maximilian merasa tidak cocok berada di dunia sepak bola.

“Saya tidak cocok. Tapi kemudian saya menemukan kecintaan saya sendiri pada olahraga ini,” tutupnya.

Kini, Maximilian Ibrahimovic perlahan membangun identitasnya sendiri, bukan sebagai ‘anak Zlatan’, melainkan sebagai pesepak bola muda yang berusaha menulis kisahnya sendiri di lapangan hijau.

(Tribunnews.com/Ali)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Inter Milan
36
27
4
5
85
31
54
85
2
Napoli
36
21
7
8
54
36
18
70
3
Juventus
36
19
11
6
59
30
29
68
4
AC Milan
36
19
10
7
50
32
18
67
5
Roma
36
21
4
11
55
31
24
67
Berita Populer
Berita Terkini
Atas