Kalimat Pertama John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Dengan berbekal pengalamn, John Herdman menatap optimis perjalanan barunya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
Penulis:
Bayu Satriyo Panegak
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ia mengawali karier kepelatihannya di lingkungan akademi Sunderland, sebelum juga menekuni dunia akademis sebagai pengajar di Northumbria University, Inggris.
Babak baru dalam kariernya dimulai ketika ia menerima tawaran jangka panjang dari Federasi Sepak Bola Selandia Baru untuk menangani tim nasional putra dan putri pada periode 2003 hingga 2011.
Di sana, pelatih berusia 50 tahun itu mengawal tim dalam sejumlah ajang prestisius, yakni Piala Dunia Wanita U-20 2006 di Rusia, Piala Dunia Wanita U-20 2008 di Chile, Piala Dunia Wanita senior 2008 di China, serta Piala Dunia Wanita 2011 di Jerman.
Pengalaman serupa juga ia rasakan bersama Kanada.
Di sektor putra, Herdman memimpin Kanada pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara di sektor putri, catatan pentingnya tercatat ketika Kanada tampil sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita 2015.
Tak hanya di level senior, Herdman turut berperan besar dalam pembinaan usia muda.
Ia mengawal perjalanan Kanada di Piala Dunia U-20 2012 di Jepang, Piala Dunia U-20 2014 di Kosta Rika, serta Piala Dunia U-17 2016 di Yordania.
Pada fase terakhir sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Herdman sempat merasakan ketatnya kompetisi Major League Soccer (MLS) bersama Toronto FC.
Namun, catatan kurang memuaskan dengan 25 kekalahan dari 46 pertandingan membuat kebersamaan tersebut berakhir setelah satu musim, tepatnya pada 29 November 2024.
Setelah berstatus tanpa klub selama kurang lebih satu musim, John Herdman kini resmi mengemban tugas sebagai pelatih Timnas Indonesia.
(Tribunnews.com/Bayu Panegak)