Era Arbeloa Dimulai, Endrick Tetap Dikorbankan Real Madrid
Nasib Endrick masih tetap sama meski era Xabi Alonso sudah sirna. El Real memilih tak mengaktifkan klausul pengembalian meski sudah berganti pelatih.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Jika tetap bertahan di Real Madrid, peluang Endrick untuk mendapatkan menit bermain nyaris tertutup.
Ia harus bersaing dengan deretan penyerang elite seperti Kylian Mbappe, serta dua bintang Brasil lainnya, Rodrygo dan Vinicius Junior.
Persaingan ketat tersebut membuat perkembangan Endrick berjalan tersendat. Dalam dua musim berseragam Los Blancos, penyerang muda Brasil itu hanya mengumpulkan total 946 menit bermain di semua kompetisi.
Situasinya bahkan semakin memburuk di era Xabi Alonso musim ini. Endrick sama sekali tidak masuk dalam rencana sang pelatih dan nyaris tak pernah mendapat kesempatan tampil.
Kondisi itu memaksa Endrick mengambil keputusan realistis. Pindah ke Olympique Lyon lewat status pinjaman menjadi jalan utama demi menyelamatkan kariernya, sekaligus membuka kembali peluang berkembang di level tertinggi sepak bola Eropa.
Endrick sendiri memulai petualangannya di Lyon dengan impresif. Ia langsung mencetak gol pada laga debutnya saat Lyon menang 2-1 atas klub Calvin Verdonk di Coupe de France, menjadi sinyal positif adaptasinya berjalan mulus.
Dengan situasi tersebut, Endrick dipastikan tidak akan kembali lebih awal ke Santiago Bernabeu. Ia akan menyelesaikan masa peminjamannya di Prancis hingga akhir musim sesuai rencana awal.
Bagi Real Madrid, keputusan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang: membangun kembali kekuatan tim pasca-pergantian pelatih, tanpa mengorbankan perkembangan salah satu aset masa depan paling berharga mereka.
(Tribunnews.com/Ali)