Kegelapan di Manchester United Perlahan Sirna, Rengekan Mainoo Tak Terdengar Lagi
Pemain muda, Kobbie Mainoo, memutuskan bertahan di Manchester United setelah mendapatkan kejelasan soal menit bermainnya di tim utama.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Pemain muda Manchester United, Kobbie Mainoo, mulai menyingkirkan kemungkinan hengkang dari Old Trafford.
- Kepercayaan besar dari pelatih Michael Carrick menjadi sebab utama dia mau bertahan.
- Manchester United tinggal memikirkan proses negosiasi kontrak baru dengan sang pemain yang masa baktinya sampai Juni 2027 itu.
TRIBUNNEWS.COM - Pergantian rezim kepelatihan di Manchester United menimbulkan kabar bahagia bagi salah satu pemain muda Manchester United.
Masuknya Michael Carrick sebagai pelatih sementara membuat suasana hati pemain muda Manchester United, Kobbie Mainoo, berbunga.
Tak seperti pendahulunya, Carrick mau memberikan kepercayaan besar kepada pemain 20 tahun itu.
Buktinya, Mainoo bermain sebagai starter dan bertahan selama 90 menit saat bertanding melawan rival sekota, Manchester City.
Padahal pertandingan itu adalah laga pertama Carrick sebagai pelatih interim MU di sisa musim ini.
Carrick memberikan kepercayaan Mainoo menjaga area lini tengah berpasangan dengan gelandang berpengalaman, Casemiro.
Baca juga: Opini 5 Tahun Cristiano Ronaldo Terbukti soal Pelatih Interim Manchester United Saat Ini
Ternyata duet pemain beda generasi ini menjadi salah satu kunci kemenangan MU.
Salah satu data paling mencolok dari Mainoo di pertandingan melawan Manchester CIty adalah soal area yang dijelajahi sang pemain saat MU tak sedang mengontrol bola.
Mainoo menorehkan angka sampai 7,9 kilometer untuk mengawal lapangan Manchester United.
Kerja keras itu juga diikuti kontribusi luar biasa saat tim mencoba membangun serangan.
Mainoo berhasil memastikan timnya tak langsung membuang bola ke depan untuk melakukan ancaman.
Ia ingin mendapatkan bola itu sebagai jembatan transisi permainan Manchester United.
Perlahan, ia bisa beradaptasi dengan peran tersebut.
Pemain berusia 20 tahun ini membuktikan tak selalu harus berada di kotak penalti lawan untuk membuat perubahan dan perbedaan.