Konflik Cristiano Ronaldo dan Al Nassr Memanas, CR7 Bakal Balik ke Manchester United?
Konflik Cristiano Ronaldo dan Al Nassr kian panas. Hal ini membuat peluang CR7 hengkang terbuka, akankah bakal kembali reuni dengan Manchester United?
Penulis:
Hafidh Rizky Pratama
Ringkasan Berita:
- Konflik Cristiano Ronaldo dengan Al Nassr memanas akibat ketidakpuasan terhadap minimnya investasi transfer, hingga CR7 mogok main saat lawan Al Riyadh.
- Football365 menyebut peluang Ronaldo hengkang semakin besar, dengan klausul pelepasan 50 juta euro dan opsi pindah ke Eropa atau MLS.
- Manchester United dipastikan tak tertarik reuni, sementara kepergian Ronaldo bisa berdampak besar bagi Al Nassr dan citra Liga Arab Saudi.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik antara Cristiano Ronaldo dan Al Nassr semakin memanas, kini superstar asal Portugal itu dikabarkan semakin dekat dengan pintu keluar dari klub Liga Arab Saudi.
Ronaldo, yang bergabung dengan Al Nassr pada Januari 2023, kini dilaporkan tidak puas dengan manajemen klub, khususnya terkait kurangnya investasi di bursa transfer.
Drama ini mencapai puncak ketika Ronaldo menolak bermain dalam kemenangan 1-0 Al Nassr atas Al Riyadh pada Senin (2/2/2026) lalu, yang memicu spekulasi luas tentang masa depannya.
Menurut laporan dari Football365, keluarnya Ronaldo dari Al Nassr kini "lebih dekat dari sebelumnya," dengan klausul pelepasan sebesar 50 juta euro yang bisa diaktifkan pada musim panas mendatang.
Latar belakang konflik ini berakar dari ambisi Ronaldo yang tinggi untuk meraih trofi di Liga Arab Saudi.
Meskipun telah mencetak banyak gol dan menjadi ikon liga, Al Nassr gagal memenangkan Liga Arab Saudi atau Liga Champions Asia sejak kedatangannya.
Tahun lalu, Ronaldo sempat dikaitkan dengan kepindahan, tapi ia memperpanjang kontraknya hingga 2027.
Namun, ketidakpuasan muncul kembali. Ronaldo menentang rencana transfer Karim Benzema ke Al Hilal, yang berdampak pada tiga kesepakatan transfer Al Nassr yang gagal.
Ia merasa klub tidak cukup ambisius dalam merekrut pemain bintang, sementara rival seperti Al Hilal dan Al Ittihad mendapat dukungan lebih besar.
Bentuk Protes Ronaldo
Aksi mogok main dari Ronaldo tersebut sebagai bentuk protes dirinya terhadap dewan klub.
Kejadian mogok bermain ini tentu bukan pertama kali dilakukan Ronaldo selama menjadi pemain profesional.
Pada 2022, ia meninggalkan Manchester United secara mutual consent setelah wawancara kontroversial dengan Piers Morgan, di mana ia mengkritik pelatih Erik ten Hag, keluarga Glazer, dan legenda klub.
Kini, di usia 41 tahun, Ronaldo masih haus akan kesuksesan.
Klausul pelepasan 50 juta euro, membuka peluang bagi klub-klub Eropa atau MLS untuk merekrutnya.
Baca juga: Drama Ngambek Cristiano Ronaldo Berbuntut Panjang, CR7 Berpotensi Hengkang dari Al Nassr
Namun, apakah ini berarti kembalinya ke Manchester United? Jawabannya tegasnya, tentu tidak.
Baca tanpa iklan