Hasil Inter Milan vs Torino - Lolos Semifinal, Cristian Chivu Mode Bapak Sayang Anak
Dua pemain primavera Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate dipuji pelatih Inter Cristian Chivu karena berperan besar bantu ke semifinal Coppa Italia.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Sri Juliati
"Dengan beberapa pemain muda kami yang berkembang, tim sangat senang mengetahui hal ini."
Apa yang dilakukan Chivu menunjukkan bahwa dia tidak mengabaikan 'akarnya' berawal sebagai pelatih tim akademi Inter Milan.
Dia berusaha untuk memberikan menit bermain untuk tulang punggung Inter di masa depan, sekalipun skuad tim Biru-Hitam kini disesaki deretan pemain kualitas bintang.
"Dalam laga-laga padat seperti ini, Anda membutuhkan energi baru, dan itu bisa Anda dapatkan dari para pemain muda di tim akademi."
"Jadwal Februari ini dan seteruskan akan padat, pilihan rotasi menjadi keputusan paling bijak dan menentukan," terangnya.
Tim Primavera Inter Menjanjikan
Jangan kaget jika Inter Milan memiliki tim akademi atau primavera yang melahirkan banyak talenta berbakat.
Selain Cocchi dan Kamate, Inter Milan lebih dulu mengorbitkan Pio Esposito. Adik dari Sebastiano Esposito ini baru berusia 20 tahun, dan menghuni posisi striker.
Berada di tim akademi youth Inter sejak 2014, Pio, kini menjelma sebagai andalan di lini depan Nerazzurri. Bahkan dia mulai menggeser line-up reguler yang musim lalu diamankan Marcus Thuram.
Cristian Chivu lebih senang memainkan Pio bersama Lautaro Martinez.
Bermain dalam 30 laga di semua kompetisi, Pio menggelontorkan lima gol dan enam assist.
Secara fisik, dia tipikal permainan Zlatan Ibrahimovic sebagai penyerang tengah murni. Namun dalam realisasinya di lapangan, Pio mampu menunjukkan fleksibilitas permainan dengan menjadi 'pelayan' bagi Lautaro Martinez.
(Tribunnews.com/Giri)