Bapuknya Tottenham Sudah Tidak Termaafkan di Liga Inggris, Thomas Frank Angkat Koper
Bapuknya performa Tottenham Hotspur dalam mengarungi kompetisi Liga Inggris musim ini akhirnya membuat Thomas Frank pergi.
Penulis:
Dwi Setiawan
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Tottenham Hotspur secara resmi memberhentikan Thomas Frank sebagai pelatih utama, Rabu (11/2/2026) hari ini.
- Kekalahan melawan Newcastle United pada pekan ke-26 Liga Inggris dinihari tadi menjadi laga terakhir Thomas Frank melatih Tottenham.
- Pemecatan Thomas Frank jelas karena performa medioker Tottenham di Liga Inggris musim ini.
- Meskipun tampil elit di Liga Champions, penampilan bapuk Tottenham di Liga Inggris, tidak bisa dimaafkan lagi oleh manajemen.
TRIBUNNEWS.COM - Bapuknya performa Tottenham Hotspur dalam mengarungi kompetisi Liga Inggris musim ini baru saja dipertegas dengan kekalahan melawan Newcastle United, Rabu (11/2/2026) dinihari tadi.
Bertanding di kandang sendiri, Tottenham lagi-lagi harus menanggungmalu lantaran dipecundangi tamunya.
Dua gol Newcastle yang dicetak Malick Thiaw (45+5) dan Jacob Ramsey (68'), hanya dibalas oleh tuan rumah lewat Archie Gray (64').
Kekalahan dengan skor tipis 1-2 akhirnya menyudahi hasil laga kedua tim di Tottenham Hotspur Stadium.
Bagi Tottenham, kekalahan melawan Newcastle tentu menjadi pukulan telak bagi mereka.
Peringkat Tottenham kian anjlok di klasemen Liga Inggris, setelah kekalahan memalukan tersebut.
Kini, Tottenham harus menerima kenyataan pahit berada di peringkat ke-16, alias dua tingkat di atas zona merah.
Dengan raihan 29 poin dari 26 laga, Tottenham kini terancam terdegradasi ke Divisi Championship musim depan.
Jarak Tottenham dengan West Ham selaku peringkat ke-18 saja hanya terpaut lima angka.
Dengan menyisakan 12 laga lagi, nasib Tottenham musim ini di Liga Inggris, bakal ditentukan lewat hasil yang mereka peroleh dalam setiap laganya.
Fakta bahwa Tottenham harus berkutat di papan bawah klasemen, seakan menjadi situasi dejavu seperti musim lalu.
Pada musim lalu, Tottenham hampir saja terdegradasi setelah menyelesaikan kompetisi Liga Inggris di peringkat ke-17.
Seakan tidak belajar dari pengalaman buruknya pada musim lalu, Tottenham justru mengulangi kesalahan yang sama musim ini.
Jika pada musim lalu, nasib Tottenham diselamatkan dengan raihan gelar juara di Liga Eropa.
Maka nasib Tottenham musim ini belum diketahui, mengingat perjalanan klub tersebut di sisa kompetisi musim ini sangat panjang.