Respons CBF seusai Vinicius Jr Diejek Monyet di Laga Benfica vs Real Madrid: Kamu Tak Sendirian
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) pasang badan untuk Vinicius usai insiden rasisme di pertandingan Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid.
Penulis:
Hafidh Rizky Pratama
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Vinicius jadi korban dugaan rasisme setelah mencetak gol kemenangan Madrid. Laga sempat dihentikan 10 menit usai protokol anti-rasisme diaktifkan.
- Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyatakan solidaritas dan menegaskan rasisme adalah kejahatan yang tak bisa ditoleransi. Mereka memuji keberanian Vinicius melapor.
- Vinicius menyebut pelaku sebagai pengecut dan mengkritik pelaksanaan protokol UEFA. Insiden ini menambah daftar panjang kasus rasisme yang dialaminya.
TRIBUNNEWS.COM - Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) langsung menyatakan dukungan penuh kepada Vinicius Junior setelah menjadi korban rasisme dalam pertandingan leg pertama play-off knockout Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Vinicius mencetak gol tunggal kemenangan 0-1 Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, tapi momen selebrasi golnya ternoda oleh insiden pelecehan rasial dari pemain Benfica.
Dia adalah Gianluca Prestianni, yang disebut-sebut memanggil Vinicius "monkey" (monyet) sambil menutup mulut dengan baju.
Buntut insiden ini wasit pun langsung mengaktifkan protokol anti-rasisme yang membuat pertandingan sempat dihentikan sementara sekitar 10 menit.
Vinicius sempat menolak melanjutkan permainan sebelum situasi mereda, dan insiden tersebut menjadi sorotan utama meski Real Madrid berhasil membawa pulang keunggulan tipis menuju leg kedua di Santiago Bernabeu.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis tak lama setelah pertandingan, CBF menegaskan bahwa rasisme adalah kejahatan yang tidak dapat ditoleransi.
CBF pun memberikan dukungan penuh kepada Vinicius yang mengalami kejadian ini.
"Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyatakan solidaritasnya kepada Vinicius Junior, korban tindakan rasisme lainnya pada hari ini, setelah mencetak gol untuk Real Madrid melawan Benfica di Lisbon." bunyi pernyataan CBF, dikutip dari Marca.
"Rasisme adalah kejahatan. Itu tidak dapat diterima."
"Rasisme tidak boleh ada di sepak bola atau di mana pun. Vini, kamu tidak sendirian."
"Sikapmu dalam mengaktifkan protokol adalah contoh keberanian dan martabat. Kami bangga padamu."
"Kami akan tetap teguh dalam perjuangan melawan segala bentuk diskriminasi. Kami berada di sisimu. Selalu," tegas pernyataan CBF.
Pernyataan ini menyoroti keberanian Vinicius dalam langsung melaporkan insiden tersebut kepada wasit, yang dianggap sebagai teladan bagi pemain lain.
CBF juga menekankan komitmen jangka panjang mereka dalam memerangi diskriminasi rasial, baik di lapangan maupun di luar sepak bola.
Baca juga: Drama di Lisbon, Vinicius Jr Sebut Pelaku Rasisme Pengecut, Protokol UEFA Gagal Total
Kronologi Insiden Rasisme terhadap Vinicius
Insiden ini bermula pasca-gol Vinicius di menit ke-50, di mana ia mendapat assist dari Kylian Mbappe dan melepaskan tembakan keras untuk menjebol gawang Benfica.
Baca tanpa iklan