Arsenal Panik, Peluang Juara Liga Inggris Menurun
Penurunan performa babak pertama dengan babak kedua saat melawan Wolves, Arsenal panik bermipi juara Liga Inggris.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Peluang menang melawan Wolves saat keunggulan 2-0 mencapai 98,1 persen, tapi Arsenal gagal dan hanya meraih satu poin dari Molineux Stadium, penurunan mentalitas?
- Arsenal panik, statistik yang terjadi di babak kedua melawan Wolves menggambarkan semuanya kenapa mereka bisa kebobolan dua gol.
- Jika pertandingan seperti melawan Wolves terjadi dan terjadi lagi, peluang Arsenal menutup musim dengan bahagia juara Liga Inggris bisa terancam dan Man City.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah perbedaan terjadi antara 45 menit pertama dengan kedua dalam pertandingan Wolves vs Arsenal, Kamis (19/2) di Molineux Stadium.
Di babak pertama, kiper Arsenal david raya kerap melancarkan umpan di area permainan mereka, alias setengah lapangan dengan umpan-umpan pendek.
Beda yang terjadi di babak kedua, sejumlah umpan panjang dilepaskan oleh kiper asal Spanyol tersebut langsung mengarah ke sepertiga akhir lapangan.
Tujuannya, apakah demi menjangkau rekannnya dengan langsung direct to man?
Entahlah apa yang diharapkan oleh Mikel Arteta, sang juru taktik. Namun yang jelas akurasi umpan Arsenal di babak kedua turun ke angka 75,1 persen, adalah yang terendah keempat dalam pertandingan Liga Inggris musim ini, menurut statistik Opta.
Tiga laga lainnya terjadi saat melawan Man United, Bournemouth, dan Tottenham.
Apakah ini mentalitas untuk mengangkat trofi Liga Inggris di akhir musim?
Entahlah. Namun yang jelas peluang tersebut semakin menurun dari pertandingan-pertandingan tengah pekan yang kerap menjadi batu sandungan.
Tak hanya melawan Wolves Arsenal kecolongan di penghujung waktu laga, tetapi juga saat menghadapi Brentford.
Lalu tengah pekan melawan Liverpool di awal Januari.
Saat unggul dua gol dari Wolves, Arsenal kehilangan kendali, anak asuh Arteta panik.
Pada saat itu, Arsenal memiliki peluang 98,1 persen untuk memenangkan pertandingan. Keunggulan tersebut diyakini bisa membuat Arteta membawa pulang tiga poin.
Tapi sayangnya, momentumnya hilang, Wolves mampu mengontrol permainan, menciptakan peluang, membatasi permainan Arsenal, dan menghasilkan peluang demi peluang.
Arsenal hanya mampu melepaskan dua tembakan lebih banyak dalam pertandingan tersebut, hanya memiliki penguasaan bola sedikit lebih banyak, menyelesaikan persentase operan yang lebih rendah, dan secara umum bermain di level tim yang berada di dasar klasemen, menurut Opta.
Baca tanpa iklan