Omong Kosong Pochettino soal Final Piala Dunia 2026, Belgia Langsung Kasih Paham
Pernyataan Mauricio Pochettino yang menganggap Amerika Serikat bisa juara Piala Dunia 2026, berubah omong kosong.
Penulis:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- Pernyataan Mauricio Pochettino yang menganggap Timnas Amerika Serikat bisa juara Piala Dunia 2026 berubah menjadi omong kosong.
- Tepatnya setelah Amerika Serikat dihajar dengan skor 2-5 oleh Belgia dalam laga ujicoba, Minggu (29/3/2026) dinihari tadi.
- Kekalahan telak ini jelas menjadi alarm bahaya bagi Amerika Serikat jelang digelarnya Piala Dunia.
TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan Mauricio Pochettino yang menganggap Timnas Amerika Serikat bisa menjadi juara Piala Dunia 2026, langsung berubah menjadi omong kosong.
Tepatnya setelah Amerika Serikat dihajar oleh Belgia dalam laga bertajuk FIFA Matchday, Minggu (29/3/2026) dinihari tadi.
Sebelum menghadapi Belgia, Pochettino beranggapan bahwa tim besutanya punya peluang untuk mewujudkan hal istimewa di Piala Dunia 2026.
Status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 menjadi alasannya.
Baca juga: Double Apes Patrick Kluivert: Indonesia Mentok di Ronde 4, Suriname Ikut Gagal ke Piala Dunia
Ketika ditanya target apa yang bisa diwujudkan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Pochettino menjawab dengan tegas bahwa tim ini punya kans untuk menjadi finalis.
Bahkan, Pochettino mengajak rakyat Amerika Serikat agar tidak sungkan untuk mewujudkan mimpi liar yakni memenangkan Piala Dunia.
"Kenapa bukan kita? kenapa bukan kita? Kita harus benar-benar percaya bahwa kita bisa berada di sana (red: podium juara), kita harus berani bermimpi," ujar Pochettino dalam sesi konferensi pers sebelum laga melawan Belgia pada Jumat (27/3), dilansir NBC Miami.
"Karena bermimpi bisa menginspirasi kenyataan,"
"Suatu hari saya pernah mendengar konferensi pers dari para pelatih di timnas lain dan mengatakan, jika kita menang, kita menunjukkan banyak kesombongan,"
"Namun jika mengatakan sulit menang, itu hal negatif, itu tidak optimis,"
"Jadi yang saya katakan adalah saya percaya kita bisa menang atau juara, kita harus benar-benar percaya,"
"Kita perlu mengirimkan energi dan emosi dengan tepat kepada pendukung kita, agar mereka percaya kepada kita dan terus mendukung kita," tambahnya.
Pernyataan yang disampaikan Pochettino jelas memicu pro kontra.
Hal ini mengingat untuk bisa mencapai podium juara di ajang sekelas Piala Dunia, butuh kerja keras yang luar biasa, disertai keberuntungan yang memihak.
Baca tanpa iklan