2 Insiden Memalukan di Laga Spanyol vs Mesir, Sorakan Rasis Menggema di RCDE Stadium
Pertandingan antara Spanyol melawan Mesir dihiasi sorakan rasis dari penggemar yang memadati stadion RCDE yang menjadi venue pertandingan
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Spanyol menggelar pertandingan uji coba melawan Mesir yang berkesudahan dengan skor 0-0, Rabu (1/4/2026).
- Pertandingan ini dihiasi chant rasis yang ditujukan untuk menyinggung identitas tertentu.
- Selain itu, ada juga sorakan kepada kiper Joan Garcia yang masuk di babak kedua.
TRIBUNNEWS.COM - Timnas Spanyol menggelar laga uji coba menghadapi Mesir pada Rabu, 1 April 2026, di RCDE Stadium.
Meski bertindak sebagai tuan rumah, Spanyol ternyata tak bisa mengamankan kemenangan di laga ini.
Mesir berhasil menahan imbang Spanyol dengan skor 0-0.
Padahal Mesir cuma bermain dengan 10 pemain saja sejak menit ke-84 setelah Hamdi Fathi mendapatkan akumulasi kartu kuning.
Spanyol menurunkan para pemain terbaiknya sejak menit pertama.
Baca juga: Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026: Spanyol Superior, Jerman Tajam, Inggris Masih Mencari Bentuk
Namun itu tak bisa menjamin mereka akan mendapatkan gol dengan mudah.
Spanyol sepertinya memang tak mengejar hasil akhir di pertandingan ini.
Pelatih Luis de la Fuente melakukan pergantian besar di babak kedua.
Ia memberikan menit bermain melimpah kepada pemain seperti Rodri, Pedri, Victor Munoz, dan Fermin Lopez yang bermain selama 45 menit kedua.
Ada juga Joan Garcia, Borja Iglesias, dan Yeremy Pino yang ditampilkan di sisa babak kedua.
Terlepas dari permainan di atas lapangan, pertandingan Spanyol kontra Mesir dihiasi 2 insiden yang patut disayangkan.
Insiden pertama melibatkan kiper Joan Garcia yang masuk di babak kedua.
Garcia masuk menggantikan David Raya di menit ke-62.
Sayangnya masuknya Joan Garcia tak selalu membawa kebanggaan bagi penggemar yang menonton langsung di stadion.
Siulan dan sorakan merendahkan terdengar lantang dari berbagai arah.
Baca tanpa iklan