Laga Final Berlangsung Sengit, Dua Juara Turnamen MLSC Banjarmasin Ditentukan Gol Tipis
Dua final di kelompok umur yang berbeda yaitu KU-10 dan Ku-12 sama-sama menghasilkan skor tipis.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Dari sisi teknis, Head Coach MLSC, Jacksen F. Tiago, menekankan bahwa pengembangan sepak bola putri membutuhkan konsistensi, terutama dalam penyediaan ruang latihan dan kompetisi.
Ia melihat potensi besar di Kalimantan, termasuk Banjarmasin, yang perlu terus dijaga.
“Antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus diimbangi dengan lebih banyak kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan. Tujuan MLSC hadir di sini adalah untuk memperluas basis pemain putri,” kata Jacksen.
Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari proses seleksi jangka panjang. Pemain-pemain terbaik akan disaring untuk mengikuti program lanjutan hingga berpeluang tampil di MLSC All-Stars.
Sebagai tindak lanjut, sekitar 25 pemain terbaik dari turnamen ini akan mengikuti program MilkLife Soccer Extra Training yang dimulai pada 4 Mei.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknik dan mental bertanding, sekaligus mengejar ketertinggalan dari kota lain yang lebih dulu menjalankan program serupa.
Banjarmasin juga dijadwalkan ikut dalam MLSC All-Stars pada Juni mendatang di Kudus.
Laga Final Berlangsung Sengit
Di lapangan, atmosfer final berlangsung sengit. Pada kategori KU 10, pertandingan berjalan seimbang dengan kedua tim saling menekan.
SDN Pagatan Besar akhirnya memastikan kemenangan lewat gol tunggal Miftahul Gina di menit ke-27.
Selain menjadi penentu kemenangan, Gina juga mencatatkan diri sebagai top skor KU 10 dengan total 12 gol.
“Saya sangat senang karena sekolah kami jadi juara. Final tadi susah banget, tapi saya bersyukur bisa cetak gol. Ini bikin saya ingin terus berprestasi,” ujar Gina.
Sementara di KU 12, SDN Sungai Lulut 1 tampil dengan strategi berbeda.
Mereka lebih banyak bertahan menghadapi tekanan SDN Telaga Biru 1, namun mampu memaksimalkan peluang.
Gol kemenangan dicetak Ade Septiyana Putri pada menit ke-8 melalui tendangan jarak jauh yang tidak mampu dijangkau kiper lawan.
“Di final kami sempat gugup karena lawan bermain bagus dan terus menyerang. Tapi bersyukur satu peluang bisa jadi gol. Setelah ini saya berharap bisa terpilih ke MLSC All-Stars,” ucap Ade.
Baca tanpa iklan