Cristiano Ronaldo Diberondong Tes Doping, CR7 Jalani 2 Kali Uji Berdekatan
Cristiano Ronaldo menjalani dua kali tes anti-doping sebelum dan sesudah menghadapi Al Qadsiah di Liga Arab Saudi akhir pekan lalu.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo, kembali menjalani tes anti doping setelah pertandingan melawan Al Qadsiah.
- Padahal sebelum pertandingan ini pun Ronaldo juga menjalani tes serupa.
- Sejak bergabung dengan Al Nassr pada 2023 lalu, CR7 sudah menjalani 9 kali tes anti-doping.
TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan antara Al Nassr dan Al Qadsiah di pekan 31 Liga Arab Saudi menyimpan cerita tak hanya soal hasil akhir saja.
Dari segi hasil akhir memang Al Nassr harus mengakui keunggulan Al Qadsiah dengan skor 3-1 pada laga yang digelar 4 Mei 2026 tersebut.
Kekalahan tersebut membuat Al Nassr sedikit tersentak dalam perburuan gelar juara di musim ini.
Mereka tak bisa menjaga jarak dari Al Hilal yang menjadi rival terdekatnya untuk mendapatkan titel tersebut.
Rentetan kejadian tak hanya berhenti ketika wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Ada hal unik lainnya yang berlangsung beberapa saat setelah laga.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Menunggu Waktu Gagal Juara Lagi, Al Hilal Vonis Tanggal Kudeta Al Nassr
Menurut jurnalis Ali Al Abdallah, Komisi Anti Doping Arab Saudi kembali mendatangi Al Nassr untuk meminta sampel dari beberapa pemain.
Sang jurnalis menyebut Cristiano Ronaldo kembali masuk dalam daftar tersebut.
Hasilnya, Ronaldo tak terbukti menggunakan obat terlarang yang bisa mendongkrak performanya di atas lapangan.
Ini menjadi kali kedua bagi CR7 menjalani tes yang sama.
Sebelumnya, ia juga pernah diminta menyerahkan sampel kepada Komisi Anti Doping Liga Arab Saudi.
Hal itu dilakukan sebelum dirinya tampil membela Al Nassr menghadapi Al Qadsiah.
Saat itu ada 11 pemain Al Nassr yang menjadi sasaran.
Kesebelas pemain yang menjalani uji anti-doping itu adalah Cristiano Ronaldo, Ali Al Hassan, Sultan Al Ghanam, Abdullah Al Hamdan, dan Abdullah Al Khaibari.
Baca tanpa iklan