Pertaruhkan Treble Winners, Misi Wajib Comeback Bayern Munchen di Semifinal Liga Champions
Peluang Bayern Munchen meraih treble winners musim ini akan bergantung pada hasil laga melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Penulis:
Dwi Setiawan
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Peluang Bayern Munchen untuk meraih treble winners musim ini akan bergantung pada hasil laga melawan Paris Saint-Germain (PSG), dinihari nanti.
- Tepat dalam laga bertajuk leg kedua semifinal Liga Champions, Bayern Munchen wajib menang dengan minimal margin dua gol atas PSG di Allianz Arena.
- Jika sampai gagal alias tidak bisa lolos ke final, harapan Bayern Munchen mewujudkan treble winners ketiga seketika ambyar.
TRIBUNNEWS.COM - Peluang Bayern Munchen untuk meraih treble winners musim ini akan bergantung pada hasil akhir laga melawan Paris Saint-Germain (PSG), dinihari nanti.
Bayern Munchen setidaknya harus mengalahkan PSG dengan minimal margin dua gol, jika ingin menjaga asa meraih treble winners ketiganya dalam sejarah.
Laga leg kedua semifinal Liga Champions yang mempertemukan Bayern Munchen vs PSG dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (7/5/2026) dinihari nanti.
Bayern Munchen akan gantian menyandang predikat sebagai tuan rumah.
Allianz Arena yang merupakan markas Bayern Munchen akan menjadi venue laga leg kedua melawan PSG selaku juara bertahan.
Tertinggal agregat satu gol di leg pertama yang berlangsung di kandang PSG, membuat Bayern Munchen mau tidak mau harus menang dalam laga nanti.
Baca juga: Deretan Juara Liga Champions yang Tak Terkalahkan, Arsenal Menjemput Takdir di Budapest
Jika ingin lolos ke final Liga Champions, Bayern Munchen minimal harus bisa mengalahkan PSG dengan margin dua gol.
Andai bisa menciptakan kemenangan dengan margin dua gol, Bayern Munchen dipastikan akan lolos ke final, dan menantang Arsenal untuk memperebutkan gelar si Kuping Besar.
Hanya saja bukan perkara mudah bagi Bayern Munchen untuk bisa membalikkan keadaan di leg kedua.
Hal ini karena lawan yang dihadapi Bayern Munchen ialah PSG yang sedang naik performanya di akhir musim.
Keberadaan pemain seperti Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga Khvicha Kvaratskhelia yang punya kecepatan luar biasa di lini depan, tentu bisa merobek pertahanan Bayern Munchen yang kurang solid.
Belum lagi kehadiran Vitinha, Joao Neves, hingga Nuno Mendes, yang memberikan ancaman dari lini lain.
Kekalahan dengan skor 5-4 di leg pertama semifinal, jelas menjadi pelajaran berharga yang wajib dipetik Bayern Munchen.
Karena jika tidak, Bayern Munchen rawan mengalami crash lagi, sebagaimana pada momen semifinal terakhirnya, saat mereka tersingkir tragis di tangan Real Madrid pada tahun 2024 lalu.
Baca tanpa iklan