Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Profil Jesse Marsch di Piala Dunia 2026 - Patah Hati, Berkebun, dan Minum Anggur

Jesse Marsch, pelatih timnas Kanada pada Piala Dunia 2026 yang hobi minum anggur dan berkebun, pernah patah hati karena penolakan timnas Amerika.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
zoom-in Profil Jesse Marsch di Piala Dunia 2026 - Patah Hati, Berkebun, dan Minum Anggur
instagram/bundesliga
PROFIL JESSE MARSCH - Jesse Marsch. Mengenal pelatih timnas Kanada di Piala Dunia 2026, Jesse Marsch yang suka berkebun dan meminum anggur. 

Dia meluangkan beberapa jam untuk dirinya sendiri mengurusi berbagai macam tanaman. 

Buah tin,  jeruk, lemon, blueberry, delima, dan sejumlah besar rempah-rempah dan rosemary tumbuh subur kebun rumah Marsch.

Namun, buah zaitun adalah obsesi utamanya. Setiap musim gugur, ia memanennya dan mengolahnya menjadi minyak, sebuah bisnis yang rumit. 

Seorang petani zaitun tua di sebelah rumahnya mengajari Marsch sesuatu tentang hal itu. 

"Ketika saya masih menjadi pelatih muda, saya bekerja lebih keras daripada siapa pun, dan saya sangat ambisius, terus-menerus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, bagaimana beradaptasi dan berkembang," kenangnya melihat ke dalam dirinya.

"Saya telah belajar sedikit lebih banyak tentang siapa diri saya. Setidaknya, saya lebih tenang, nyaman, dan yakin akan nilai-nilai yang saya junjung. Taman ini sangat penting untuk itu.”

Dalam rencananya, Marsch akan menanam buah anggur, dan diolahnya menjadi sebuah minuman teman bersantai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pada akhirnya, saya juga ingin menanam anggur. Luar biasa, itu menjadi teman minum yang sangat baik," angan Marsch.

Terlepas dari itu, timnas Kanada sendiri tergabung di Grup B. Mereka akan melawan Bosnia dan Herzegovina, Qatar, dan Swiss.

Marsch memiliki pengalaman melatih di Eropa, termasuk di Bundesliga dan Premier League dengan tim seperti RB Leipzig dan Leeds United. Pengalamannya di level tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Kanada.

Ia juga dikenal piawai dalam mengembangkan pemain muda. Hal ini sejalan dengan kondisi skuad Kanada yang dipenuhi talenta potensial.

Sejauh ini Marsch telah memimpin Kanada sebanyak 29 kali. Ia membawa mereka mencatatkan 14 kemenangan, tujuh hasil seri, dan delapan kali kalah.

Di bawah arahannya, Kanada diharapkan tampil lebih berani dan disiplin. Target lolos dari fase grup pun kini terasa lebih realistis.

(Tribunnews.com/Giri)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
35
23
7
5
67
26
41
76
2
Man. City
34
21
8
5
69
32
37
71
3
Manchester United
35
18
10
7
63
48
15
64
4
Liverpool
35
17
7
11
59
47
12
58
5
Aston Villa
35
17
7
11
48
44
4
58
Berita Populer
Berita Terkini
Atas