Era Baru Ancelotti dan Brasil: Mimpi Besar di Piala Dunia 2026
Narasi-narasi Carlo Ancelotti tentang timnas Brasil dan harapan di Piala Dunia 2026. Lebih dari 70 pemain dipantau untuk mendapatkan skuad final.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
"Saya telah mengamati semua tim sepanjang tahun ini. Tidak ada tim yang sempurna. Kami tidak sepenuhnya siap di semua posisi. Tim yang menang tidak akan sempurna, itu akan menjadi tim yang lebih kuat dan mampu bangkit dari kesalahan," jelasnya.
Di bawah Ancelotti, Brasil telah memainkan 10 pertandingan, enam di antaranya adalah laga persahabatan.
Brasil meraih lima kemenangan, tiga kekalahan dari tim-tim kuat, Prancis (Eropa), Jepang (Asia), dan Bolivia.
Apa yang sedang dia bangun saat ini bukan hanya soal performa pemain di lapangan, tetapi juga tentang lingkungan di skuad dan ruang ganti untuk terus dijaga rasa kebersamaannya.
"Bagian terpenting adalah suasana yang harus mampu kita ciptakan di lingkungan kita, di dalam skuad kita, di ruang ganti kita," bebernya.
"Mereka semua memiliki budaya yang sama. Mereka religius dan sling berbicara. Mereka tidak melihat telepon saat bersama. Mereka bermain kartu bersama."
"Harus saya akui, di klub-klub, ada lebih banyak aspek profesional, tetapi orang Brasil benar-benar mencintai timnas mereka, seragam mereka. Ketika timnas bermain di Brasil, semuanya berhenti," jelasnya.
Brasil yang kaya akan sejarah dan prestasi di Piala Dunia telah lama berhenti meraih kemenangan.
Dua dekade lebih berlalu. Lima edisi dilewati, belum ada lagi perayaan-perayaan tentang kesuksesan bagi negara yang memiliki 'pabrik' pemain bertalenta itu.
Kini di tangan pelatih yang juga menjalani periode barunya, namun memiliki 34 tahun perjalanan dengan berbagai rintangan, Brasil akan menatap Piala Dunia 2026 dengan lebih percaya diri.
"Brasil tidak ingin menjadi bagian dari Piala Dunia. Brasil ingin mencoba untuk menang. Ini adalah tanggung jawab kami."
"Tanggung jawab ini adalah suatu kehormatan," tutupnya.
(Tribunnews.com/Sina)