Antara Romantisme dan Tuntutan, Brasil di Piala Dunia 2026 Dengan atau Tanpa Neymar?
Ulasan kisah tentang Neymar yang saat ini diinginkan publik masuk ke dalam skuad final Brasil di Piala Dunia 2026 jadi dilema Ancelotti.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Ulasan kisah tentang Neymar yang saat ini diinginkan publik masuk ke dalam skuad final Brasil di Piala Dunia 2026.
- Namun pelatih Brasil, Carlo Ancelotti belum sepenuhnya yakin memasukkan Neymar karena faktor kebugaran fisiknya.
- Carlo Ancelotti rencananya mengumumkan skuad final timnas Brasil pada 18 Mei mendatang, akankah Neymar masuk?
TRIBUNNEWS.COM - Kepada Reuters Carlo Ancelotti bercerita, Neymar adalah sosok yang begitu dicintai, bukan hanya oleh publik Brasil tetapi juga dari para pemain dan staf di timnas.
Tidak sedikit dari para pemain timnas Brasil yang terbuka melobi Ancelotti agar Neymar dimasukkan ke dalam skuad tim Samba untuk Piala Dunia 2026.
Tapi di sisi lain, ada rasa sayang dan kekhawatiran yang timbul, apakah kondisinya saat ini bisa mengimbangi imaji para pemain terhadap dampak permainan yang akan ditimbulkan Neymar.
Ya, semuanya tentang Neymar, Brasil, dan Piala Dunia 2026. Tentang romantisme dan tuntutan yang harus dihadapi oleh Don Carlo, sapaan akrab Carlo Ancelotti.
Di Santos, Brasil, para peselancar bergerak dengan lihai membelah ombak besar. Mereka seakan sedang berdansa di lantai-lantai dengan gerakan-gerakan yang indah.
Saat ombak mendekat ke tepian, para peselancar tersebut datang dengan semangat, menaiki papan selancar mereka, mencondongkan tubuh ke depan, dan memposisikan diri untuk memainkan irama di sepanjang dinding air yang bergelombang. Mereka dengan santai mengikuti irama lautan, menurut tulisan Austin Cornilles pada tahun 2025 lalu lewat websitenya, Butterflies.
Perumpamaan itu seperti Neymar Jr.
Pada tahun 2009 silam, seorang pemain berusia 17 tahun turun ke lapangan sebagai pemain profesional untuk pertama kalinya bersama Santos FC. Salah satu klub raksasa bersejarah yang melahirkan talenta-talenta berbakat dari Negeri Samba.
Selama bertahun-tahun, legendanya tumbuh seiring dengan keterampilan dan bakatnya dalam mengolah si kulit bundar, ditunjang dengan gerakan yang lincah seperti para peselancar Santos.
Neymar mengemas permainannya dan menyajikannya kepada kita dengan indah. Di saat era sepak bola dengan pendekatan yang sistematis dan konservatif, Neymar justru sebaliknya.
Permainannya mengingatkan kita pada era yang hampir sepenuhnya hilang dari sepak bola saat ini, dan untuk memahami bakat dan gaya bermain Neymar yang menarik, kita harus terlebih dahulu memahami Santos FC, sebagai 'pabriknya'.
Pemain paling terkenal yang dihasilkan Santos adalah Pele. Sang legenda yang dikenal luas di belahan dunia.
Ia muncul jauh sebelum periode terbaik pesepak bola terbaik saat ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang selalu disandingkan di setiap waktu.
Saat Pele bermain untuk Santos dari tahun 1956 hingga 1974, ia membantu klub tersebut mendominasi sepak bola Brasil dan mempopulerkan frasa 'Jogo Bonito' atau yang berarti, 'Permainan yang Indah'.
Pele bermain dengan gaya sepak bola menyerang yang atraktif dan terus berlanjut hingga saat ini.